Rusuh Pertandingan, Ratusan Orang Dilarang Nonton di Stadium London

Ratusan orang itu diidentifikasi melalui kamera pengawas CCTV.

Jumat, 28 Okt 2016 15:22 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR- Klub sepakbola West Ham United dan pengelola London Stadium di Inggris menetapkan larangan bagi sekitar 200-an orang untuk menonton setiap pertandingan sepakbola di London Stadium. Larangan itu dijatuhkan pasca kerusuhan yang melibatkan suporter West Ham United dan Chelsea pada babak akhir pertandingan antara dua klub itu, Selasa malam lalu.

Ratusan orang itu diidentifikasi melalui kamera pengawas CCTV.

Baca: Menang Tapi Rusuh, Manajer West Ham Kecam Fans


Kerusuhan itu melibatkan ratusan orang. Terjadi saling lempar, mulai koin, botol minuman hingga kursi plastik dan benda-benda lain.

Dari 200-an orang itu, polisi sudah menangkap enam orang karena melakukan tindakan kekerasan, termasuk penggunaan alkohol di stadion yang melanggar hukum. Larangan memasuki stadion bisa sementara atau seumur hidup, tergantung pada tingkat pelanggaran yang dilakukan.

Baik West Ham United maupun Chelsea mengutuk insiden itu. Selain ditangani Kepolisian Metro London, kasus itu juga diselidiki Asosiasi Sepakbola Inggris FA.

West Ham sebelumnya sudah meningkatkan upaya standar keamanan stadion dengan melakukan pemeriksaan ketat terhadap setiap penonton yang masuk London Stadium yang saat ini menjadi markas mereka. Sejak menempati stadion itu pada Mei lalu, 23 orang fans West Ham sudah dikenai larangan menonton di stadion itu selama satu musim.

Baca: Polisi Selidiki Selebaran Homofobia di Pertandingan West Ham vs Chelsea


Sejumlah pihak menilai klub West Ham semestinya dikenai sanksi hanya boleh menggelar pertandingan tanpa penonton di London Stadium, jika kekerasan terus terulang.

Menteri Olahraga Inggris Tracey Crouch mendesak ada tindakan keras terhadap para pelaku rusuh di dunia olahraga.

Pertandingan antara tuan rumah West Ham United vs Chelsea di kompetisi Piala Liga itu dimenangkan West Ham dengan skor 2-1. (ESPN/Football365)


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.