Menang Tapi Rusuh, Manajer West Ham Kecam Fans

"Siapa yang ketahuan terlibat kerusuhan, akan dikenai larangan menonton seluruh pertandingan West Ham seumur hidupnya," begitu pernyataan klub West Ham.

Kamis, 27 Okt 2016 08:05 WIB

Polisi memisahkan keributan antara fans West Ham dan Chelsea dalam pertandingan di Piala Liga, Rabu (26/10/2016). Pertandingan dimenangkan West Ham dengan skor 2-1. (Foto: Youtube)

KBR - Keributan dan kerusuhan terjadi di London Stadium, stadion baru klub sepakbola West Ham United pada Kamis dinihari tadi.

Keributan melibatkan ratusan fans West Ham terhadap fans Chelsea usai West Ham menang 2-1 dalam derby London melawan Chelsea di kompetisi Piala Liga atau Capital One.

Pertandingan dimenangkan West Ham dan mengantarkannya ke babak perempat final dimana West Ham nanti akan bertemu Manchester United.

Dua gol West Ham disumbang Cheikhou Kouyate dan Adimilson Fernandes dan membuat West Ham meraih kemenangan tiga kali beruntun di semua kompetisi. Sementara Gary Cahill mencetak gol di menit-menit akhir yang hampir saja tidak terpantau, karena terjadinya keributan di stadion.

London Stadium sudah menerapkan sistem keamanan tingi, termasuk larangan konsum alkohol di stadion. Namun, itu tidak bisa mencegah keributan di stadion yang dipadati 45 ribu orang. Di belakang gawang West Ham, di bangku penonton fans dari West Ham dan Chelsea saling ribut.  

Petugas keamanan stadion berusaha mencegah agar fans dua klub itu saling terpisah pagar pembatas. Sementara dari bangku fans West Ham, terlihat melayang benda-benda ke arah bangku penonton fans Chelsea. Mulai dari koin, botol minuman hingga tiga atau empat bangku plastik yang dilepas paksa dan dilempar-lemparkan.

Aparat kepolisian langsung datang ke lokasi menangkan massa. Namun, keributan lanjutan terjadi di luar stadion.

Dalam pernyataan resmi, klub West Ham United mengutuk keras perilaku buruk para penonton hingga terjadi kerusuhan.

"Kami akan identifikasi fans kami, siapa yang ketahuan terlibat, akan dikenai larangan menonton seluruh pertandingan West Ham seumur hidupnya," begitu pernyataan klub.

Manajer West Ham Slaven Bilic dalam konferensi pers usai pertandingan terlihat muram dan tertekan terkait dengan insiden di luar lapangan. Padahal dalam konferensi pers biasanya pertanyaan yang muncul adalah mengenai jalannya pertandingan.

"Tentu saja saya melihat (kerusuhan itu). Tetapi konsentrasi saya pada pertandingan. Saya juga minta kepada (Aaron) Cresswell supaya tidak teralih perhatiannya dari pertandingan. Apapun yang terjadi, kami benar-benar menentang aksi kerusuhan semacam itu. Peristiwa itu benar-benar tidak bisa diterima," kata Bilic.

Sebelumnya pertandingan antara West Ham melawan klub-klub lain juga diwarnai keributan, seperti saat melawan Watford, Middlesbrough dan Bournemouth. Beberapa keributan bahkan terjadi di antara fans West Ham sendiri. Empat orang ditangkap saat pertandingan West Ham melawan Middlesbrough di Liga Inggris, 1 Oktober lalu.

Sampai saat ini sudah 23 orang fans West Ham terkena larangan menonton pertandingan West Ham di stadion selama musim ini berjalan.

Pihak Chelsea juga menyatakan kecewa dan mengecam insiden keributan yang terjadi menjelang akhir-akhir pertandingan.

"Saya benar-benar tidak menyukai situasi ini. Bagi saya, sangat penting untuk menjaga agar atmosfer sepakbola di Inggris tetap terjaga. Saya belum bisa komentar lebih jauh tentan keributan itu sampai ada penyelidikan tuntas," kata Manajer Chelsea Antonio Conte.

BBC mengutip pernyataan seorang fans sepakbola yang mengatakan pertandingan itu betul-betul berakhir dengan mimpi buruk.

"Jika mereka tidak segera menutup stadion itu, akan ada orang yang terbunuh di sana," kata seorang fans seperti dikutip BBC. (Reuters/BBC/Tribal Football) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi