Rusuh Sepakbola, KPAI Minta Polisi Penuhi Hak Anak

Erlinda yakin Kepolisian memiliki prosedur tetap dalam penangkapan anak-anak yang terlibat kerusuhan. Hingga saat ini, setidaknya Polisi sudah menangkap 700 orang yang membuat rusuh

Minggu, 18 Okt 2015 20:15 WIB

KBR, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kepolisian tidak mengabaikan hak anak dalam penangkapan sejumlah suporter sepakbola di laga final Piala Presiden 2015.

Meski begitu, anggota KPAI, Erlinda menyayangkan banyak anak-anak yang melanggar aturan jelang pertandingan antara Persib Bandung dan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu, 18 Oktober 2015. Ia yakin, kepolisian memiliki prosedur tetap dan pedoman SOP penangkapan anak-anak yang terlibat kerusuhan. Hingga saat ini, setidaknya Polisi sudah menangkap 700 orang yang membuat rusuh jelang pertandingan tersebut.

"Kalaupun misalnya mereka harus ditangkap, saya pribadi tidak masalah asal penangkapannya secara manusiawi. Mereka tidak digebukin dan segala macam," kata Erlina dari KPAI kepada KBR (18/10/2015).

Erlinda menambahkan, lembaganya sering berkoordinasi dengan kepolisian terkait prosedur penangkapan anak-anak. Ini dilakukan agar hak-hak anak terpenuhi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama meminta Polisi tetap menangkap anak di bawah umur yang terlibat kerusuhan. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Krishna Murti telah mengundang orangtua dari anak-anak di bawah umur yang terlibat aksi kekerasan. Pihaknya menjamin, akan memperlakukan anak-anak itu dengan baik.

Editor: Damar Fery Ardiyan 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.