Low: Jerman Kalah Tak Terduga

Menurut Low, kesalahan yang dilakukan anak asuhnya, justru dimanfaatkan Irlandia untuk mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut.

Jumat, 09 Okt 2015 11:14 WIB

Pemain tim sepak bola Jerman. (Antara Foto)

KBR- Pelatih Jerman Joachim Low menyebut kekalahan timnya tak perlu terjadi jika para pemainnya bisa memaksimalkan sejumlah peluang gol yang ada. Kata dia, Jerman seharusnya menang dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016.

Menurut Low, kesalahan yang dilakukan anak asuhnya, justru dimanfaatkan Irlandia untuk mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut.

Low menambahkan kekalahan ini sebagai sesuatu yang tak terduga dan tak perlu terjadi. Selain itu, Low juga mengeluhkan minimnya waktu berlatih timnas Jerman, meski tak mau menjadikannya alasan kekalahan.

Sebagai info, gol tunggal dalam pertandingan itu dicetak oleh Shane Long pada menit ke-70. Dia mendapat umpan jauh dari Darren Randolph dan berhasil membobol gawang Jerman. (goal) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.