Final Piala Presiden, Polisi Bakal Razia Suporter

Kembang api, petasan, laser, pointer akan disita.

Rabu, 14 Okt 2015 21:16 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Polda Metro Jaya akan menggelar razia guna menjaga laga final Piala Presiden 2015 Minggu malam besok. Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian mengatakan, selain senjata tajam, laser dan kembang api juga bakal dilarang. Para suporter akan di-sweeping di beberapa lokasi. Selain sweeping, Tito meminta suporter tidak bertindak provokatif ketika berada di dalam stadion.

"Kita akan melakukan sweeping kepada suporter ini. Jadi mulai dari minuman keras, senjata tajam, kembang api, kita larang, petasan, laser, pointer. Kalau perlu kita akan sita. Ini semua yang kira-kira akan mengganggu kita akan sita. Massa-massa ini akan kita lakukan sweeping, ada yang di Polda Metro Jaya, ada yang di tempat lain," kata Tito di Hotel Century (14/10)

Tito Karnavian meminta pihak Mahaka sports and Entertainment, selaku promotor membatasi penjualan tiket hingga 70 ribu, kendati kapasitas Stadion Gelora Bung Karno mampu menampung 80 ribu orang. Hal ini dilakukan guna mengurangi potensi kerusuhan di dalam stadion.

Tito menyarankan panitia memasang layar lebar di luar stadion, sehingga masyarakat masih bisa menikmati pertandingan. "Kita harapkan panitia menjual 70 ribu tiket. Sisanya akan di luar stadion, dan nanti panitia akan menyiapkan 4-5 layar lebar 4x6 meter," lanjutnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.