Suporter Persib Bandung. (Foto: www1.jabarprov.go.id)

KBR, Jakarta - Polda Metro Jaya siap memberlakukan status keamanan siaga satu jika final turnamen Piala Presiden digelar di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Muhammad Iqbal mengatakan polisi sudah menyiapkan ribuan personil kepolisian untuk mengantisipasi gesekan antarsuporter di kawasan Jakarta hingga akses menuju daerah Jawa Barat.

"Kalau jadi dilakukan di Jakarta, aman. Bukan hanya di lokasi. Kita sudah menyusun langkah-langkah pengamanan, mulai saat suporter menuju GBK, pada saat pertandingan dan setelah pertandingan," kata Iqbal, Rabu (14/10).

Iqbal mengatakan Polda Metro Jaya masih menunggu kepastian lokasi final turnamen tersebut. Pertemuan dengan pihak Mahaka Sport selaku penyelenggara tidak hanya membahas kepastian lokasi, tetapi diskusi soal pengamanan.

Sebelumnya, lokasi final Piala Presiden 2015 antara Persib Bandung dan Sriwijaya FC menjadi masalah rumit. Sebab final yang akan diselenggarakan pada hari Minggu mendatang belum dipastikan akan diselenggarakan di mana.

Awalnya pertandingan final itu akan diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun, mendapat penolakan dari suproter Persija, Jak Mania. Sebab Jakmania mengkahawatirkan akan ada bentrok.

Sementara itu, klub Persib Bandung meminta penyelenggara Piala Presiden, Mahaka Sports mempertimbangkan kembali rencana menggelar final Piala Presiden di GBK, Jakarta.

Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan, puncak kompetisi yang akan mempertemukan Persib dengan Sriwijaya FC itu dinilai berisiko tinggi jika mengambil lokasi Jakarta. Bahkan, dia menuding Mahaka hanya fokus pada keuntungan saja.

Dikabarkan ada sekitar 100 ribu pendukung Persib atau Bobotoh yang siap menghadiri final di Jakarta. Umum mengatakan, pilihan final di Jakarta beresiko tinggi, mengingat perseteruan panjang antara pendukung Persib dengan Jakmania, suporter klub Persija Jakarta.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!