Chelsea Kalah Lagi, Mourinho Mogok Bicara

Mourinho diketahui berusaha memasuki kantor wasit saat jeda pertandingan, sehingga dikartu merah dan tidak boleh mendampingi tim di tepi lapangan pada babak kedua

Minggu, 25 Okt 2015 13:33 WIB

KBR - Manajer Chelsea, Jose Mourinho mogok bicara kepada media usai timnya kalah 2-1 di tangan tuan rumah West Ham United dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu (24/10).

The Blues menderita kekalahan kelima musim ini akibat gol penentu Andy Carroll 11 menit jelang bubaran. Sebelumnya Chelsea kehilangan Nemanja Matic yang diganjar kartu kuning kedua mendekati turun istirahat dan Mourinho amat berang dengan keputusan wasit Jonathan Moss.

Sang manajer diketahui berusaha memasuki kantor wasit saat jeda pertandingan, sehingga dikartu merah dan tidak boleh mendampingi tim di tepi lapangan pada babak kedua.

Dengan kekalahan ini, sang juara bertahan harus puas berada di posisi 15 klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan 11 point dari 10 pertandingan. Sementara, West Ham kini duduk di posisi tiga klasemen dengan poin 20. Mereka tertinggal tiga angka dari Arsenal (22) yang baru saja mengalahkan Everton 2-1. (goal) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.