Prestasi SEA Games Terpuruk, Jokowi Bakal Evaluasi Besar-Besaran

"Nanti akan kita evaluasi besar-besaran. Mungkin minggu depan akan kita kumpulkan," kata Jokowi.

Jumat, 01 Sep 2017 16:54 WIB

Lifter Indonesia Eko Yulianto tertunduk setelah gagal melakukan angkatan clean and jerk angkat besi putra nomor 62 kg SEA Games Kuala Lumpur, Senin (28/8/2017). Eko Yuli hanya meraih medali perak. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro A)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo berencana melakukan evaluasi besar-besaran menyusul kegagalan Indonesia di pesta olahraga Asia Tenggara, SEA Games Kuala Lumpur 2017.

Presiden Jokowi akan memanggil semua pihak yang terkait SEA Games pada pekan depan.

"Nanti akan kita evaluasi besar-besaran. Mungkin minggu depan akan kita kumpulkan," kata Jokowi di Sukabumi, Jumat (1/9/2017).

Indonesia menempati peringkat lima dalam perolehan medali di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kontingen Indonesia hanya mengumpulkan 38 medali emas, 63 perak dan 90 perunggu, atau masih jauh dari target yang dipasang sebelumnya yakni 56 medali emas.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh bangsa Indonesia atas kegagalan itu.

Ia berjanji akan melakukan perubahan dan langkah besar, sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

"Selain mohon maaf, kami akan melakukan langkah besar. Upaya besar ini harus bekerja sama dengan pihak yang lain. Karena olahraga ini adalah masalah bangsa, harga diri bangsa yang harus ditangani serius," kata Imam Nachrawi di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani sebelumnya mengatakan, dalam SEA Games kali ini, kontingen Indonesia ditargetkan memperoleh 55 medali emas. Prestasi ini diharapkan melampaui SEA Games sebelumnya.

"Kontingen Indonesia diharapkan 55 emas, 96 perak yang diperoleh dari 30 cabang olahraga. Sebagai perbandingan Singapura 47 emas, menduduki peringkat 5," ujar Puan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau