Logo Paralimpiade 2016

KBR, Jakarta- Setelah gelaran akbar Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil berakhir bulan lalu, kini giliran para atlet penyandang disabilitas yang bertanding mengharumkan nama bangsa lewat Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro pula. Kemarin, Rabu (07/08/2016) adalah hari pertama Paralimpiade dan akan berlangsung hingga 18 September 2016. Event ini menjadi Paralimpide terbesar sepanjang sejarah karena akan dihadiri lebih dari 4.300 atlet dari 160 tim dari berbagai negara.

Meski tampak tak sebegitu meriah seperti Olimpiade, namun ada beberapa keunikan di Paralimpiade Rio 2016 itu yang sayang untuk dilewatkan.

Tim Atlet Pengungsi

Ketika pembukaan Paralimpiade Rio 2016 pada April lalu, tim Suriah yang memimpin parade Pembukaan Paralimpiade sebagai simbol independen para atlit penyandang disabilitas.

Salah satu atlet renang andalan tim Suriah adalah Ibrahim al Hussein yang kehilangan kakinya karena serangan bom udara di Suriah pada 2013 lalu. Sebelumnya, Ibrahim memang berprofesi sebagai perenang, ia dilatih oleh ayahnya.

Dilansir paralympic.org, untuk berhasil keluar dari negaranya, ia menuju Turki baru kemudian menuju Eropa. "Teman saya membantu untuk menyeberangi perbatasan. Saya pakai tongkat untuk berjalan," kata Ibrahim. Atlet renang gaya bebas itu berharap bisa menjadi pengungsi disabilitas pertama yang bisa memenangkan medali emas.

Rusia Kehilangan Kesempatan
Sama seperti di Olimpiade, Rusia pun tidak akan ikut bertanding di Paralimpiade tahun ini. Hal tersebut sebagai sanksi pelanggaran atas penggunaan doping yang disponsori oleh negaranya. Keputusan itu diambil oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (The Court of Arbitration for Sport) pada Agustus lalu pada gelaran Olimpiade Rio.

Tidak hanya para atlet Rusia yang kecewa, namun pemerintah nya pun ikut angkat bicara. Menteri Olahraga Rusia, Vitaly Mutko mengatakan, keputusan itu bersifat politis dan tidak sah.

Perjuangan Atlet Senam Indah

Meskipun belum menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Paralimpiade, namun para atlet disabilitas penyandang Down Syndrome dari Meksiko akan turut memeriahkan gelaran olahraga akbar itu. 6 orang perempuan tangguh kisaran usia 14-26 tahun itu ingin menunjukkan kepiawaan mereka sebagai bentuk dorongan agar senam indah dimasukkan dalam Paralimpiade berikutnya.

(SUMBER: BBC, Al Jazeera, paralympic.org) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!