Sirkuit jalan Marina Bay, Singapura. (Foto: Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Merebaknya virus Zika di Singapura dan Malaysia memunculkan sedikit kekhawatiran terkait penyelenggara balap mobil Formula 1.

Sirkuit jalan raya Marina Bay Singapura bakal menjadi tempat penyelenggaraan F1 pada 18 September mendatang. Seperti pada musim balap tahun lalu, biasanya banyak orang sudah tiba di Singapura beberapa hari sebelum hari balapan.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi perantara penularan virus Zika.

Dari delapan seri balap F1 yang tersisa, lima diantaranya digelar di daerah yang ditemukan adanya kasus penularan virus Zika. Setelah digelar di Singapura, balap F1 dilanjutkan ke Malaysia, lalu Texas (Amerika Serikat) dan Meksiko pada Oktober dilanjut ke Brazil pada November.

Otoritas Singapura menyatakan hingga Kamis (1/9/2016) telah mendeteksi 151 orang terkena virus Zika.

Meski begitu penyelenggara Grandprix Singapura memastikan kegiatan balap F1 yang biasa digelar malam hari tetap diselenggarakan sesuai jadwal pada 18 September.

"Prioritas kami nomor satu adalah keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung, peserta dan staf tim di Sirkuit Jalan Marina Bay," begitu pernyataan dari GP Singapura.

Tim-tim peserta balap juga sudah melakukan persiapan mengantisipasi virus Zika di GP Singapura.

"Kami menyediakan berbagai perlengkapan antinyamuk dan juga pakaian panjang. Kami juga sudah mengirim pemberitahuan kepada semua orang bagaimana melindungi diri, bagaimana dan apa virus Zika itu," kata Direktur Balapan tim McLaren Eric Boullier kepada Reuters.

Hal serupa juga dilakukan tim lain, termasuk Direktur Tim Manor Racing, Dave Ryan.

"Kami sudah memberi penjelasan kepada semua orang di tim ini. Kami sediakan pilihan pakaian lengan panjang, juga tentu saja bahan-bahan perlindungan lainnya. Tidak masalah. Kami oke saja dengan ini," kata Dave Ryan kepada Reuters.

Pebalap Finlandia yang membela Williams, Valtteri Bottas yang sempat mengunjungi Brazil bulan lalu untuk melihat Olimpiade Rio 2016, ternyata tidak mengetahui adanya penyebaran virus Zika di Singapura.

"Saya belum mendengar soal itu. Jadi saya akan terus tetap memakai pakaian kerja (overall), tentu saja," kata Bottas.

Pebalap Mercedes Nico Rosberg sempat membahas wabah virus Zika di Singapura dengan keluarga, menjelang agenda balap mendatang.

"Sebagai pria yang sudah berkeluarga, saya sangat ingin tahu masalah ini. Dan saya sudah bahas ini dengan keluarga," kata Rosberg. (Reuters, AFP, News.com.au, CNA) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!