Diintimidasi Karena Tulis Berita PON, Tribun Jabar Lapor Polisi

"Jadi kita ini check and balance terkait atletnya yang berprestasi kita muat, tapi kita juga melakukan kritisi. Bukan kritik tepatnya tapi mengingatkan."

Selasa, 20 Sep 2016 20:18 WIB

Ilustrasi

KBR, Bandung- Surat kabar Tribun Jawa Barat telah melaporkan intimidasi yang dialami wartawannya ke Kepolisian Jawa Barat. Intimidasi itu dilakukan oleh orang yang mengaku dari anggota LSM itu terkait pemberitaan tentang penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat yang dituding merugikan Pengurus Besar (PB) PON.

Menurut Pemimpin Redaksi Tribun Jawa Barat, Cecep Burdansyah, intimidasi yang menimpa jurnalisnya itu telah melanggar Undang Undang Pers pasal 18 tentang kemerdekaan pers.

"Jadi kita ini check and balance terkait atletnya yang berprestasi kita muat, tapi kita juga melakukan kritisi. Bukan kritik tepatnya tapi mengingatkan. Jadi kalau ada intimidasi seperti ini dengan konteks berita yang tidak terlalu luar biasa, menjadikan Jawa Barat ini luar biasa. Ada apa gitu sebetulnya dengan PON Jabar, saya jadi tanda tanya," ujarnya kepada KBR di Bandung, Selasa (20/9).

Cecep Burdansyah mengaku telah mengungsikan Zezen beserta keluarganya ke tempat aman. Dia juga telah meminta kewaspadaan seluruh awak Tribun Jawa Barat.

Baca juga: Beritakan PON, Jurnalis Tribun Jabar Diintimidasi

Cecep menambahkan, terkait adanya intimidasi ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga telah memberikan dukungannya. Melalui Deputi Bidang Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto, telah melayangkan surat keprihatinan kepada Tribun Jawa Barat.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan