Kantor pusat FIFA di Zurich, Swiss. (Foto: MCaviglia/Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Induk organisasi sepakbola dunia FIFA berencana membekukan organisasi sepakbola Guatemala (Fedefut). Petinggi FIFA

Primo Corvaro menyebutkan keputusan pembekuan Fedefut sudah diambil pengadilan FIFA. Pembekuan itu karena ada gangguan di dalam tubuh organisasi itu. Meski begitu keputusan pembekuan tidak akan langsung berlaku saat itu juga.

Sebelumnya, dunia sepakbola di Guatemala menghadapi masalah akut. Tiga orang bekas pejabat di organisasi sepakbola Guatemala (Fedefut) menghadapi masalah hukum di Amerika Serikat karena dugaan korupsi. FIFA bahkan menyebut penggelapan uang di tubuh organisasi itu mencapai jutaan dolar Amerika.

Sementara itu, klub juara di Guatemala, Antigua menghadapi masalah karena delapan pemainnya gagal lolos pemeriksaan obat-obatan doping. Para pemain menyalahkan pemilik klub yang menyediakan obat-obatan bagi pemain.

Seorang pemilik klub sepakbola di Guatemala, yang juga menjabat pengurus di Fedefut, juga bermasalah karena keluarganya diduga menjadi mafia narkoba dan dipenjara di Amerika Serikat.

Skandal korupsi di Guatemala yang masif, termasuk di dunia sepakbola, mengguncang FIFA. Skandal itu bahkan masuk kategori endemik. Tidak ada sektor yang lepas dari skandal korupsi; mulai dari pemain, eksekutif klub, pemilik klub bahkan hingga jurnalis.

Penyelidik dari FIFA menyebut 10 orang diantaranya menerima uang dari Brayan Jiménez, bekas presiden federasi sepakbola Guatemala yang kini menjadi terdakwa di Amerika Serikat. Guatemala masuk dalam Konfederasi Sepakbola Zona Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia (CONCACAF). Jaksa penuntut umum dari Amerika Serikat menyebut Brayan Jiménez terlibat konspirasi dan menerima suap terkait kontrak untuk media dan hak pemasaran pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia. Ia diancam hukuman 20 tahun penjara.

Masalah di sepakbola Guatemala menyebabkan jumlah penonton di setiap pertandingan di liga Guatemala merosot drastis. Bahkan pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawa Amerika Serikat, Maret lalu, stadion Estadio Mateo Flores yang berkapasitas 27 ribu tempat duduk sepi. Jumlah penonton hanya sepertiga dari kursi yang tersedia.

"Orang-orang tidak lagi menonton pertandingan sepakbola di Guatemala karena mereka menganggap federasi sepakbola sudah korupsi, kompetisi liga membosankan, para pemain tidak profesional, tempat duduk di stadion rusak... Kami sudah kehilangan jati diri sebagai pesepakbola Guatemala. Kami begini karena kami kehilangan kepercayaan di federasi, juga di liga," kata Carlos Ruiz, bekas pemain terbaik di Liga Amerika MLS bersama Los Angeles Galaxy yang kini memperkuat klub lokal Municipal.

Bekas presiden Fedefut, Brayan Jimenez ditangkap Januari lalu. Setelah itu FIFA membentuk pengurus sementara Fedefut, dan melakukan berbagai pembersihan. Sejumlah pejabat di federasi Fedefut disingkirkan, termasuk Sekjen dan bendahara. Proyek-proyek dikaji ulang dan pembayaran ditunda untuk dikaji lagi.

Namun perubahan-perubahan itu ternyata belum bisa membersihkan korupsi di tubuh organisasi sepakbola Guatemala. Proses pemilihan presiden baru federasi masih diwarnai praktik jual beli suara, hingga akhirnya FIFA berencana membekukan federasi itu. (Reuters/New York Times/Justice.gov)
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!