Rekor yang Tak Diinginkan Wenger di Liga Champions Eropa

Wenger menjadi manajer pertama yang mencatatkan rekor 50 kali kekalahan di Liga Champions Eropa. Rekor itu tercipta Wenger hanya lewat dua klub yang ditanganinya.

Kamis, 17 Sep 2015 11:36 WIB

Manajer Arsenal Arsene Wenger. (Foto: Flickr/Creative Commons)

KBR - Manajer Arsenal, Arsene Wenger mengukir sejarah di liga Champion Eropa dini hari tadi, pasca kalah 2-1 dari Dinamo Zagreb.

Wenger menjadi manajer pertama yang mencatatkan rekor 50 kali kekalahan di Liga Champions Eropa. Rekor itu tercipta Wenger hanya lewat dua klub yang ditanganinya.

Bersama AS Monaco yang dia latih pada musim 93/94, Wenger mengalami empat kali kekalahan.

Lalu, bersama Arsenal yang sudah diasuhnya mulai 98/99, dia sudah kalah 46 kali.

Total dia tampil di 173 pertandingan liga Champions dengan hasil 81 kali kemenangan, 42 imbang dan 50 kali kalah. Hingga saat ini dia juga belum pernah membawa piala Champions untuk klubnya.

Namun dia pernah membawa Arsenal hingga ke partai final pada musim 2005/2006. (goal)

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.