Dipermalukan di Kualifikasi PD, Federasi Sepakbola Malaysia Bakal Dibekukan

Menteri Olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan langkah itu merupakan hak pemerintah untuk memperbaiki sepakbola Malaysia.

Minggu, 06 Sep 2015 20:11 WIB

Federasi Sepakbola Malaysia. (Foto: Wikipedia)

KBR - Pemerintah Malaysia dikabarkan bakal membekukan Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) setelah tim nasional Malaysia dipermalukan 10 - 0 saat kualifikasi Piala Dunia 2018.

Menteri Olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan langkah itu merupakan hak pemerintah untuk memperbaiki sepakbola Malaysia. 

Meski demikian, kata dia pembekuan tersebut merupakan langkah akhir seperti yang dilakukan oleh Indonesia. 

Sebelumnya Tim Nasional Malaysia sejak awal tahun ini belum meraih kemenangan dalam pentas internasional. Di ajang kualifikasi sendiri Malaysia sudah kebobolan 22 gol. 

Pada pertandingan di Doha, Qatar, Rabu (2/9) lalu, Malaysia menjadi bulan-bulanan Uni Emirat Arab dalam babak kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. Gawang Malaysia dijebol 10 kali tanpa bisa mencetak gol balasan. 

Pasca kejadian memalukan ini, pelatih Timnas Malaysia Dollah Saleh mundur. Namun Menteri Olahraga Malaysia Khairy menganggap hal itu tidak culup. 

Ini merupakan kekalahan terbesar Malaysia dalam sebuah pertandingan sepanjang sejarah negara itu. Kekalahan Malaysia terbesar sebelumnya 'hanya' 8-2 menghadapi Selandia Baru pada pertandingan persahabatan di tahun 1967 atau hampir 50 tahun lalu. 

Timnas Indonesia juga pernah merasakan kebobolan 10-0 saat menghadapi Bahrain di babak kualifikasi Piala Dunia, pada tiga tahun lalu. Meski pada pertandingan itu muncul dugaan pengaturan skor, dan ada investigasi dari FIFA, tidak ada sanksi bagi dua negara. (Goal.com/Today Online/Malaysiakini)

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.