Federasi Sepakbola Malaysia. (Foto: Wikipedia)

KBR - Pemerintah Malaysia dikabarkan bakal membekukan Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) setelah tim nasional Malaysia dipermalukan 10 - 0 saat kualifikasi Piala Dunia 2018.

Menteri Olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan langkah itu merupakan hak pemerintah untuk memperbaiki sepakbola Malaysia. 

Meski demikian, kata dia pembekuan tersebut merupakan langkah akhir seperti yang dilakukan oleh Indonesia. 

Sebelumnya Tim Nasional Malaysia sejak awal tahun ini belum meraih kemenangan dalam pentas internasional. Di ajang kualifikasi sendiri Malaysia sudah kebobolan 22 gol. 

Pada pertandingan di Doha, Qatar, Rabu (2/9) lalu, Malaysia menjadi bulan-bulanan Uni Emirat Arab dalam babak kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. Gawang Malaysia dijebol 10 kali tanpa bisa mencetak gol balasan. 

Pasca kejadian memalukan ini, pelatih Timnas Malaysia Dollah Saleh mundur. Namun Menteri Olahraga Malaysia Khairy menganggap hal itu tidak culup. 

Ini merupakan kekalahan terbesar Malaysia dalam sebuah pertandingan sepanjang sejarah negara itu. Kekalahan Malaysia terbesar sebelumnya 'hanya' 8-2 menghadapi Selandia Baru pada pertandingan persahabatan di tahun 1967 atau hampir 50 tahun lalu. 

Timnas Indonesia juga pernah merasakan kebobolan 10-0 saat menghadapi Bahrain di babak kualifikasi Piala Dunia, pada tiga tahun lalu. Meski pada pertandingan itu muncul dugaan pengaturan skor, dan ada investigasi dari FIFA, tidak ada sanksi bagi dua negara. (Goal.com/Today Online/Malaysiakini)

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!