Balap F1 GP Singapura Terancam Asap

Keputusan apakah situasi kabut asap aman atau tidak untuk penyelenggaraan balap F1 berada di tangan Direktur Balapan F1 Charlie Whiting, setelah berkonsultasi dengan para pebalap dan tim.

Selasa, 15 Sep 2015 13:29 WIB

Salah satu tikungan terakhir di Sirkuit Formula 1 GP Singapura, di Pantai Marina. (Foto: @colination/Commons Wikimedia/CC)

KBR - Singapura kembali menjadi sasaran tiupan asap kebakaran hutan dan lahan dari Sumatera. Polusi asap di Singapura makin parah.

Indeks Standar Pencemaran Udara di Singapura menunjukkan angka 222 untuk kadar Particulate Matter (partikel polutan udara), atau sudah masuk kategori sangat tidak sehat. Kadar polutan itu sangat berbahaya bagi anak-anak, manula dan orang-orang berpenyakit jantung atau paru-paru.

Ini menjadi perhatian serius pengelola balap mobil Formula 1 Singapura Grand Prix yang bakal digelar malam hari di akhir pekan ini.

Balap F1 akan digelar Jumat hingga Minggu, diikuti para pebalap kelas atas seperti Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel. Balap F1 Singapura yang digelar sejak 2008 ini selalu menarik wisatawan dan pecinta balapan dari berbagai negara.

"Asap bisa mengganggu jarak pandang, kesehatan masyarakat atau kegiatan-kegiatan lain. Maka penyelenggara GP Singapura akan memantau lebih ketat lagi bersama badan-badan lain sebelum mengambil keputusan terkait even balapan ini," begitu pernyataan dari penyelenggara GP Singapura.

Meski begitu, keputusan apakah situasi kabut asap aman atau tidak untuk penyelenggaraan balap F1 berada di tangan Direktur Balapan F1 Charlie Whiting, setelah berkonsultasi dengan para pebalap dan tim.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu, dimana asap kebakaran hutan di Sumatera kerap menerpa Singapura, kegiatan balap Formula 1 tetap berlangsung.

Tiket balapan hampir semua sudah terjual, meskipun situasi yang tidak nyaman bisa mempengaruhi kehadiran pengunjung balapan.

Pada 2014, tingkat polusi asap kiriman di Singapura menembus angka bersejarah yaitu 401, yaitu masuk kategori berbahaya. (Fox Sport/CNA/AFP) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.