SpiderCam, Kamera Gantung Raksasa di Olimpiade Rio Jatuh Menimpa Pengunjung

Ini merupakan insiden terkini yang menambah kekhawatiran mengenai keamanan di area penyelenggaran Olimpiade Rio.

Selasa, 16 Agus 2016 10:01 WIB

Ilustrasi kamera gantung Spidercam. (Foto: Yann Caradec/Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Sebuah kamera gantung raksasa seukuran sepeda motor kecil jatuh dari tali gantungan setinggi sekitar 20 meter di Taman Olimpiade Rio, Brazil, pada Senin (15/8/2016).

Sekitar tujuh orang luka tertimpa kamera tersebut. Beberapa orang berdarah dan diangkut ambulan. Kamera berwarna hitam yang dikenal sebagai spidercam itu sebelumnya digunakan untuk mengambil gambar dari udara di area sekitar stadion basket.

Kamera itu terlepas dari tali gantungan, diperkirakan karena beban terlalu berat. Kamera itu dioperasikan Olympic Broadcasting Services (OBS) sebuah badan nonprofit milik Komite Olimpiade.

"Lembaga OBS baru menyadari bahwa beban kamera itu terlalu berat sehingga OBS segera mengisolasi area di sekitar kamera itu sebelum jatuh," kata juru bicara Olimpiade kepada AFP.

"Mereka memperkirakan kabel bisa menahan kamera itu sementara waktu. Tapi kamera jatuh dan menimpa pagar pembatas untuk mengisolasi area itu," kata pihak penyelenggara Olimpiade.

Kamera dan pagar pembatas menimpa sejumlah orang, namun tidak mengalami luka serius. Kabel yang jatuh juga menyapu beberapa orang.

Otoritas kesehatan setempat menyebutkan ada tujuh orang mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan. Sementara pihak penyelenggara segera melakukan penyelidikan.

Lokasi sekitar kejadian merupakan tempat penyelenggaraan lomba cabang gulat dan judo.

Ini merupakan insiden terkini yang menambah kekhawatiran mengenai keamanan di area penyelenggaran Olimpiade Rio.

Sebelumnya ada dua peluru nyasar mengarah ke tempat penyelenggaraan balap kuda. Peluru itu ditembakkan dari salah satu daerah kumuh di Brazil mengarah ke balon udara polisi yang mengangkut kamera pemantau.

Sementara itu sebuah bus pengangkut jurnalis peliput Olimpiade dilempari batu hingga kaca pecah dan menyebabkan sejumlah orang luka.

Seorang atlet renang peraih medali emas asal Amerika Serikat, Ryan Lochte juga mengalami nasib buruk menjadi korban perampokan bersenjata bersama tiga orang teman setimnya. Perampok menodongkan pistol dan merampas uang dan dompet mereka.

Sumber: AFP/Reuters/USA Today 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau