Soal JHT Atlet, Taufik Hidayat Minta Kepastian Lewat Undang-undang

"Biar kitanya yakin juga. Karena nanti ini kan jangka panjang, siapapun menterinya kalau ini diundangkan kan jalan terus."

Rabu, 24 Agus 2016 11:33 WIB

Pebulutangkis senior Taufik Hidayat (kanan) saat pengukuhan pengurus Satlak Prima oleh Menpora Imam Nachrawi. (Foto: kemenpora.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta - Atlet bulutangkis senior Indonesia, Taufik Hidayat meminta pemerintah membuatkan aturan perundang-undangan yang mengatur jaminan hari tua bagi para atlet berprestasi.

Taufik Hidayat yang kini menjadi Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mengatakan aturan perundang-undangan itu dibutuhkan untuk menjamin agar kebijakan jaminan hari tua diteruskan oleh pemerintah berikutnya.

Taufik juga mengapresiasi pemberian jaminan hari tua oleh pemerintahan Jokowi bagi atlet-atlet yang berprestasi di ajang Olimpiade Rio.

"Tapi kan kita belum pasti. Harusnya diundang-undangkan. Biar kitanya yakin juga. Karena nanti ini kan jangka panjang, siapapun menterinya kalau ini diundangkan kan jalan terus. Jadi kalau sekarang menterinya Pak Imam Nachrawi, setelah empat atau lima tahun lagi kita kan nggak tahu siapa menterinya," kata Taufik, usai ikut dalam rombongan kontingen Pahlawan Olahraga peraih medali Olimpiade menemui Presiden Jokowi di Istana, Rabu (24/8/2016).

Menurut Taufik, pemberian jaminan hari tua bisa memacu orang tua untuk mendaftarkan anaknya sebagai atlet karena nasib atlet akan lebih terjamin.

Pemerintah menjanjikan uang jaminan hari tua bagi peraih medali emas Olimpiade sebesar Rp20 juta per bulan, medali perak Rp15 juta per bulan, dan perunggu Rp10 juta per bulan yang akan diterima seumur hidup.

Selain itu, Taufik meminta pemerintah memberi perhatian lebih bagi cabang olahraga yang telah memenangkan medali emas. Menurutnya, perlu ada penambahan sarana prasarana khususmya bagi cabang bulutangkis.

"Kita sekarang lebih ke olahraga yang prioritas yang dapat medali. Tanpa fasilitas kita juga enggak bisa," kata Taufik.

Taufik juga menyuarakan kebanggaannya atas prestasi Tontowi Ahmad dan Liliyana meneruskan tradisi emas dari cabang bulutangkis.

"Ini bagus untuk motivasi atlet yang lain juga. Dan ini mengembalikan tradisi medali emas dari cabang bulu tangkis," kata Taufik Hidayat yang merupakan peraih medali emas di ajang Olimpiade Athena 2004.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Menko Wiranto Bakal Tangkap Tentara OPM

  • Kapolri, Evakuasi Di Papua Ajang Bersih-Bersi Pendulang Liar
  • Nazaruddin Sebut Setnov Terima Duit e-KTP
  • Puluhan Calon PPS di Rembang Terindikasi Anggota Parpol