Promosi PON XIX 2016 Jabar Kurang Gencar

Pada awal bulan September 2016, akan digelar panggung konser sosialisasi kompilasi musik tema PON dengan menghadirkan berbagai artis tanah air.

Senin, 22 Agus 2016 17:53 WIB

Ilustrasi. (Foto: jabarprov.go.id)

KBR, Bandung - Panitia penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jawa Barat mengakui belum maksimal mempromosikan dan mengkampanyekan kegiatan olahraga akbar se-Indonesia itu kepada masyarakat.

Padahal, pelaksanaan PON XIX Jawa Barat tinggal sebulan lagi. PON XIX akan digelar 17-29 September 2016.

Ketua Bidang Pemasaran dan Dana Usaha, Pengurus Besar PON XIX 2016, Hening Widiatmoko mengatakan kendala yang dihadapi pelaksanaan promosi ini adalah panitia belum bisa melakukan promosi di luar Jawa Barat.

"Kita tidak bisa massive promosi, dalam arti tidak maksimal promosi keluar Jawa Barat terlalu banyak. Tapi kalau seluruh Jawa Barat insya Allah karena keterlibatan 16 sub PB PON di 16 kabupaten kota. Mereka tentu ingin daerahnya diketahui atau dikenal, maka mereka punya usaha-usaha untuk meramaikan acara ini. Setiap kali ada sosialisasi tentang PON di kabupaten, luar biasa (antusiasme). Terakhir di Indramayu luar biasa banyak (warga)," kata Hening Widiatmoko di Bandung, Senin (22/8/2016).

Hening mengaku kurangnya promosi ini diakibatkan pula masa kerja pengurus PB PON yang baru mulai aktif bekerja sebulan lalu.

Untuk memaksimalkan promosi ini, PB PON akan melakukan sosialisasi dengan memasang reklame, billboard, dan videotrone di sepanjang akses menuju dan keluar tol yaitu Jalan Layang Pasupati, setelah mendapatkan ijin pemasangan dari pemerintah Kota Bandung.

Selain itu pada awal bulan September 2016, akan digelar panggung konser sosialisasi kompilasi musik tema PON dengan menghadirkan berbagai artis tanah air. Tujuannya agar masyarakat mengetahui keberadaan penyelenggaraan pekan olahraga nasional di Jawa Barat.

Meski begitu, Hening mengatakan upaya Pengurus Besar PON XIX 2016 melakukan promosi perhelatan akbar olahraga nasional belum dianggap terlambat, karena masih memiliki waktu hingga sebelum tanggal 17 September 2016 yaitu hari pertama PON di gelar.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Yusril Fokus Gugat Presidential Threshold ke MK

  • Presiden Minta OJK Berkontribusi Pada Kelancaran Pembangunan
  • Kadis Perpustakaan: Minat dan Budaya Baca di Aceh Rendah
  • Maitimo: Persija Cuma Menang Beruntung

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.