Ilustrasi. (Foto: jabarprov.go.id)

KBR, Bandung - Panitia penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jawa Barat mengakui belum maksimal mempromosikan dan mengkampanyekan kegiatan olahraga akbar se-Indonesia itu kepada masyarakat.

Padahal, pelaksanaan PON XIX Jawa Barat tinggal sebulan lagi. PON XIX akan digelar 17-29 September 2016.

Ketua Bidang Pemasaran dan Dana Usaha, Pengurus Besar PON XIX 2016, Hening Widiatmoko mengatakan kendala yang dihadapi pelaksanaan promosi ini adalah panitia belum bisa melakukan promosi di luar Jawa Barat.

"Kita tidak bisa massive promosi, dalam arti tidak maksimal promosi keluar Jawa Barat terlalu banyak. Tapi kalau seluruh Jawa Barat insya Allah karena keterlibatan 16 sub PB PON di 16 kabupaten kota. Mereka tentu ingin daerahnya diketahui atau dikenal, maka mereka punya usaha-usaha untuk meramaikan acara ini. Setiap kali ada sosialisasi tentang PON di kabupaten, luar biasa (antusiasme). Terakhir di Indramayu luar biasa banyak (warga)," kata Hening Widiatmoko di Bandung, Senin (22/8/2016).

Hening mengaku kurangnya promosi ini diakibatkan pula masa kerja pengurus PB PON yang baru mulai aktif bekerja sebulan lalu.

Untuk memaksimalkan promosi ini, PB PON akan melakukan sosialisasi dengan memasang reklame, billboard, dan videotrone di sepanjang akses menuju dan keluar tol yaitu Jalan Layang Pasupati, setelah mendapatkan ijin pemasangan dari pemerintah Kota Bandung.

Selain itu pada awal bulan September 2016, akan digelar panggung konser sosialisasi kompilasi musik tema PON dengan menghadirkan berbagai artis tanah air. Tujuannya agar masyarakat mengetahui keberadaan penyelenggaraan pekan olahraga nasional di Jawa Barat.

Meski begitu, Hening mengatakan upaya Pengurus Besar PON XIX 2016 melakukan promosi perhelatan akbar olahraga nasional belum dianggap terlambat, karena masih memiliki waktu hingga sebelum tanggal 17 September 2016 yaitu hari pertama PON di gelar.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!