Peserta mengangkat tangan ketika pemungutan suara pada Kongres Luar Biasa PSSI di Jakarta, Rabu (3/8). (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- PSSI mulai besok, Kamis (4/8/2016), akan mulai membuka pendaftara calon ketua PSSI baru melalui Komite Pemilihan yang dibentuk dalam kongres luar biasa (KLB) hari ini. PLT Ketua PSSI, Hinca Panjaitan memaparkan, waktu untuk pencalonan Ketua PSSI ini terbilang singkat.

Sebab, menurut Pasal 41 Statuta PSSI, tenggat waktu untuk anggota PSSI mencalonkan seseorang adalah 6 minggu dan Sekretariat Jendral PSSI mengumumkan nama calon tersebut dalam waktu 4 minggu sebelum kongres. Padahal, kongres tahunan PSSI baru dilaksanakan Oktober mendatang.

"Oleh karena itu dalam waktu yang singkat Komite Pemilihan akan mengumumkan, pembukaan atau proses pendaftaran kepada siapa saja yang mau jadi Ketua Imum, satu orang, Wakil Ketua Umum dua orang dan dua belas anggota Komite Eksekutif PSSI. Jadi, 15 yang nanti kita pilih di (Kongres Tahunan PSSI) 17 oktober 2016," tukas Hinca.

KLB PSSI juga telah menghasilkan Komite Pemilihan (KP) Ketua PSSI yang terdiri dari Agum Gumelar (Ketua), IGK Manila (Wakil Ketua), Haruna Soemitro, Irawady Hanafi, Theo Hartono, Budiman Dalimunte (Anggota), Daconi Khotob, Lambertus Ara Tukan, dan Yakub Kristanto (Cadangan).

"Hasilnya, 104 setuju dengan nama nama Komite Pemilihan yang direkomendasikan. Sedangkan, satu suara tidak setuju," papar Hinca sembari mengetuk palu satu kali.

Komite Banding Pemilihan (KBP) Ketua PSSI pun juga sudah disetujui, dengan rincian Erick Tohir (Ketua), Hamid Awaludin (Wakil Ketua), Dodik Widjanarko (Anggota), M Nigara, dan Fikri Assegaf (Cadangan)

"Itulah hasil keputusan Kongres Luar Biasa PSSI 2016," tutup Hinca.

Terkait pemilihan Ketua PSSI, eks Ketua PSSI, Nurdin Halid menjabarkan, Ketua PSSI harus memiliki kedisiplinan, keseriusan, dan fokus. Dalam memimpin PSSI, seseorang harus memiliki waktu yang cukup.

"Punya keberanian, integeritas, fokus, tidak banyak kerjaan di tempat lain. Karena kalau tida fokus, memimpin PSSI ini seperti memimpin (pasukan) ke sebuah gua yang penuh kegelapan, perlu cahaya. Dan pencahayaan itu diciptakan Ketua Umum," tutur Nurdin. 

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!