Pemain Persiba Dilarang Gunakan Media Sosial

Penggunaan media sosial bisa mengganggu penampilan para pemainnya di lapangan.

Rabu, 24 Agus 2016 10:44 WIB

Pemain Persiba. Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Balikpapan– Pelatih Persiba Balikpapan Jaino Matos melarang para pemainnya menggunakan media sosial, hingga kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) berakhir. Alasannya, kata dia, penggunaan media sosial bisa mengganggu penampilan para pemainnya di lapangan. 


Selain itu, berbagai komentar di media sosial juga bisa menjatuhkan mental para pemain. Salah satu di antara berbagai komentar itu adalah mengenai tudingan dari suporter lawan yang menganggap permainan anak asuhnya kasar, saat pertandingan putaran pertama ISC.

“Ini satu gangguan karena banyak komentar di media sosial tentang pola permainan kita. Jadi itu menganggu psikologis pemain Persiba. Makanya media sosial zaman sekarang itu racun bagi sepakbola. Aku arahkan (pemain) hati-hati bahwa itu racun,” kata Jaino Matos, Rabu (24/08).

Jaino menambahkan, hasil evaluasi yang dilakukan hingga pekan ke-16 putaran pertama kompetisi ISC 2016, prestasi Persiba kurang memuaskan di klasemen sementara. Persiba hingga kini masih menduduki peringkat 11 dari 18 tim yang bertanding.

Hujatan terhadap permainan keras Persiba ramai di media sosial. Beberapa klub lainnya khawatir bertanding dengan Persiba karena banyak pemain mereka yang mengalami cedera.

Berita lain:


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.