Pasangan Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad saat berjuang mengalahkan pasangan Malaysia di babak final pertandingan bulutangkis nomor ganda campuran di Olimpiade Rio Brazil, Rabu (17/8/2016). (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa bangga atas medali emas yang berhasil disabet pebulutangkis Indonesia pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di Olimpiade Rio, Brasil.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Jokowi menyebut emas ini sebagai kado berharga di HUT ke-71 RI. Presiden juga mengundang Tontowi-Liliyana ke Istana, pada 23 Agustus.

"Tadi malam Presiden juga menyaksikan secara langsung pertandingan final yang dimenangkan pasangan kita, Tontowi/Liliyana. Ini merupakan kado yang sangat berharga bagi ulang tahun kemerdekaan kita ke 71 tahun. Mudah-mudahan ini juga memicu (prestasi), karena kebetulan yang berangkat ke Olimpiade Rio ini banyak atlet muda yang potensial. Dan mudah-mudahan ini memicu mereka untuk bisa berprestasi nanti di Olimpiade tahun 2020," kata Pramono di kompleks Istana, Kamis (18/8/2016).

Baca: Owi-Butet: Terima Kasih Indonesia!

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi memastikan peraih medali di Olimpiade bakal mendapatkan bonus seperti yang dijanjikan, yakni Rp5 miliar untuk peraih medali emas, Rp2 miliar untuk medali perak, dan Rp1 miliar untuk medali perunggu.

Penyerahan bonus ini akan diserahkan bersamaan dengan bonus untuk peraih medali di ajang Paralympic Games (olimpiade untuk para penyandang disabilitas) yang juga digelar di Brasil.

"Biasanya setelah Olimpiade itu dua atau tiga bulan berikutnya setelah Paralympic. Siapa nanti yang akan juga menjadi juara di sana, setelah itu baru akan kami serahkan bonus dari pemerintah," kata Imam.

Baca: Dapat Tambahan Poin Besar di Olimpiade, Peringkat Tontowi-Liliyana Tak Berubah?

Selain bonus, para peraih medali juga bakal mendapat tunjangan hari tua setiap bulan dari pemerintah.

"Peraih medali emas (mendapat tunjangan) sebesar Rp20 juta, perak Rp15 juta, perunggu Rp10 juta dan kita berikan setiap bulan. Meskipun penerimaannya bisa tiga bulan, maupun satu tahun sekali. Tapi semua diakumulasi," kata Imam Nachrowi.

Sejauh ini Indonesia berhasil meraih tiga medali di ajang Olimpiade Rio 2016. Selain satu medali emas dari bulutangkis, cabang angkat besi menyumbang dua medali perak, melalui lifter Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!