Menpora: Bonus Olimpiade Rio Beres Setelah Gelaran Paralympic

Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan bonus bagi para peraih medali di Olimpiade Rio 2016 akan segera cair. Menpora Imam Nahrowi mengatakan, pemberian uang masih menunggu gelaran Paralympic 2016.

Rabu, 24 Agus 2016 11:23 WIB

Sejumlah atlet mengikuti arak-arakan dengan menaiki bus tingkat terbuka Bandros menuju Istana Negara ketika melintasi Kawasan Jalan MH Thamrin Jakarta, Rabu (24/8). ANTARA FOTO



KBR, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan bonus bagi para peraih medali di Olimpiade Rio 2016 akan segera cair. Menpora Imam Nahrowi mengatakan, pemberian uang masih menunggu gelaran Paralympic 2016 usai.

"Oh setelah paralympic nanti. Setelah paralympic nanti pasti semuanya kita siapkan, karena regulasinya harus kita ikuti juga. Karena paralympic nanti bisa jadi harus kita doakan juga ada paralympic kita yang mendapat emas di Brazil," kata Imam di kantornya, Rabu (24/8/2016).

Baik Tontowi maupun Liliyana masing-masing mendapat bonus sebesar Rp5 miliar. Sementara untuk peraih medali perak, masing-masing mendapatkam bonus sebesar Rp2 miliar.

Hari ini, para atlet akan diterima oleh Presiden Joko Widodo. Mereka akan dibawa menggunakan bus tingkat menuju Istana. Iring-iringan akan dikawal oleh pihak kepolisian, klub motor gede, dan 20-30 ojek online.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, mengatakan jika memungkinkan rombongan akan berhenti sejenak di Bundaran HI. Ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat yang ingin menyapa para atlet.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat dan terima kasih atas perjuangan para atlet yang berlaga pada Olimpiade Rio 2016. Ini disampaikan Jokowi usai bertemu dengan rombongan kontingen olimpiade hari ini di Istana Negara.

Kata dia, perolehan 1 emas dan 2 perak merupakan hasil perjuangan yang panjang. Hasil ini lebih baik daripada capaian di Olimpiade London empat tahun lalu.

"Hasil yang telah dicapai adalah sebuah hasil maksimal, kalau di London 2012 dulu kita mendapatkan dua medali, 1 perak, 1 perunggu, sekarang kita mendapatkan 2 perak dan 1 emas. Dan ini adalah sebuah perjalanan kerja keras yang panjang, baik dari cabang-cabang olahraga yang ada, yang menata perencanaannya dengan baik, bukan sesuatu yang instan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (24/8/2016).

Presiden Jokowi memerintahkan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk fokus membangun cabang olahraga yang sudah terlihat berprestasi.

"Fokus di tempat-tempat yang memungkinkan kita untuk mendapatkan medali dan juga anggarannya, tadi sudah saya perintahkan kepada Menpora," ujarnya.

Jokowi yakin, apabila direncanakan dan ditata dengan baik, maka banyak prestasi yang bakal ditorehkan para atlet di ajang olahraga lain.

Baca juga: Parade Pahlawan Olahraga, Owi: Bonus 5 Miliar Buat Beli Susu Anak



Editor: Quinawaty

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

PPATK Telusuri Rekening First Travel

  • Buruh PT Nyonya Meneer Ajukan Tagihan Rp98 Miliar
  • Pesawat Pengangkut Haji Arab Saudi Belum Boleh Mendarat di Qatar

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta