Mengaku Dirampok Saat Olimpiade, Perenang AS Terancam 6 Tahun Penjara

Kasus Ryan sudah diserahkan ke pengadilan

Jumat, 26 Agus 2016 19:03 WIB

Ilustrasi: Sejumlah perenang berlatih di arena renang Olympic park jelang Olimpiade Rio 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (2/8). (Foto: Antara)

KBR- Perenang Amerika Serikat peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Ryan Lochte didakwa membuat pernyataan palsu mengenai kasus perampokan yang ia alami. Ryan mengaku ditodong dan dirampok saat ikut Olimpiade di Rio.

Kepolisian Brasil menyebutkan kasus itu kini sudah mulai diserahkan ke pengadilan. Ryan Lochte menghadapi ancaman penjara antara satu hingga enam tahun. Meski pun belum ada konfirmasi dari otoritas pengadilan tentang agenda persidangan.

Kepolisian Brasil merekomendasikan agar pengadilan segera mengeluarkan surat panggilan kepada perenang berumur 32 tahun itu untuk pemeriksaan di pengadilan. Jika Ryan Lochte tidak memenuhi panggilan pengadilan, maka sidang akan terus digelar tanpa kehadiran terdakwa hingga putusan.

Pekan lalu Ryan Lochte telah meminta maaf kepada publik atas pengakuan bahwa ia dan tiga orang temannya sesama perenang Amerika menjadi korban perampokan dari orang yang pura-pura menjadi polisi.

"Saya bertanggung jawab atas semua itu," kata Lochte. "Saya membesar-besarkan peristiwa. Jika saya tidak lakukan ini, tentu kami tidak akan kena masalah ini," katanya lagi

Kepala polisi Rio de Janeiro, Fernando Veloso menyebutkan Ryan Lochte tidak dirampok, melainkan ditahan karena mencoba kabur setelah melakukan aksi vandal atau perusakan fasilitas umum, yaitu toilet di SPBU.

Ryan Lochte juga mengaku dalam keadaan mabuk saat memberikan keterangan kepada polisi terkait peristiwa itu.

Pasca kejadian itu, Lochte pulang bersama rombongan kontingen atlet ke Amerika Serikat. Sedangkan tiga orang temannya, yaitu Gunnar Bentz, Jack Conger dan Jimmy Feigen masih berada di Brasil. Namun, Jimmy Feigen diizinkan pulang ke Amerika setelah mendonasikan uang hampir 11 ribu dolar AS (Rp 144 juta) untuk lembaga amal olahraga di Rio.

Polisi Brasil telah merilis video kamera pengawas CCTV yang menggambarkan lokasi kejadian di sebuah tempat pengisian bahan bakar umum. Menurut informasi, Lochte dan tiga kawannya merusak area dekat toilet di SPBU dan buang air kecil di dinding toilet.

Aksi mereka ketahuan petugas keamanan, namun empat atlet renang Amerika ini mencoba kabur. Petugas keamanan mencabut pistol dan memaksa mereka untuk duduk di lantai. Setelah membayar 50 dolar Amerika (Rp 650 ribu) sebagai kompensasi atas kerusakan fasilitas umum, mereka dilepas dan kembali ke permukiman atlet.

"Tidak ada perampokan, sebagaimana yang dilaporkan para atlet itu," kata Kepala Kepolisian Rio, Fernando Veloso. (AFP/Guardian/USA Today/NBC News)

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Gugat Pemprov DKI soal Keterbukaan Informasi Reklamasi

  • Pengamat: Ada Barter Antara Perppu dengan Tambahan Fasilitas DPR
  • Polisi Temukan Selebaran ISIS Bernada Ancaman
  • LN: 2 Negara Capai Kesepakatan Baru soal Sengketa Laut Cina Selatan

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR