Foto: Google

KBR, Jakarta- Amerika Serikat masih memegang peringkat teratas perolehan medali dengan 39 raihan medali di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Para atletnya pun bisa pulang dengan bangga. Namun, dibalik raihan medali, para pemain masih punya tanggung jawab. Mereka diwajibkan membayar pajak untuk tiap medali yang mereka peroleh atas nama negaranya.

Para peserta Olimpiade dari Amerika menyebutnya "Pajak Kemenangan", yaitu pajak yang ditanggung sang atlet dari sejumlah uang hadiah dan nilai medali yang diraih.

Berdasarkan Americans for Tax Reform, untuk medali emas yang dihargai 25 ribu USD (setara 327 juta rupiah) dikenai pajak sebesar 9.900 USD (setara 130 juta rupiah), sementara medali perak dihargai 15 ribu USD (setara 197 juta rupiah) kena pajak 5.940 USD (77 juta rupiah) dan medali perunggu dihargai 10.000 USD (setara 130 juta rupiah) dikenai pajak 3.960 USD (setara 52 juta rupiah).

Selama bertahun-tahun para politisi , atlet dan penggemar telah memperdebatkan soal kepatutan pajak tersebut. Direktur eksekutif Komite Olimpiade AS, Jim Leahy mempertanyakan sikap pemerintah AS terhadap kerja keras atlet mewakili negara namun malah dikenakan biaya untuk kemenangan mereka. 

Pada 2012 lalu, Kongres AS lewat Senator Marco Rubio telah mencoba menghapuskan pajak kemenangan ini, namun gagal. Dan Juli tahun 2016 ini, Senator John Thune dan Senator Chuck Schumer kembali mendorong penghapusan pajak tersebut. (BBC, UsaToday,CNN)

Editor: Malika 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!