Asia & Eropa Dominasi Perolehan Medali Olimpiade Rio

Referensi negara pengumpul medali di Olimpiade menggunakan data masuknya asosiasi sepakbola negara itu dalam enam konfederasi versi FIFA.

Kamis, 11 Agus 2016 15:10 WIB

Lambang lima cincin Olimpiade terlihat di Olympics Park di Rio de Janeiro, Brazil. (Foto: ANTARA)

KBR - Hingga hari ketujuh penyelenggaraan pesta olahraga sejagad Olimpiade Rio Brazil, negara-negara kawasan Asia dan Eropa masih mendominasi perolehan medali di Olimpiade Rio.

Amerika Serikat memang masih memimpin perolehan medali dengan mengumpulkan 11 medali emas, 11 perak dan 10 perunggu. Namun kedigdayaan negara-negara di kawasan Asia dan Eropa lebih unggul dalam perolehan medali dibanding negara-negara dari daratan lain.

Untuk mempermudah pendataan, referensi negara pengumpul medali di Olimpiade menggunakan data masuknya asosiasi sepakbola negara itu dalam enam konfederasi versi FIFA.

Dipimpin Tiongkok yang menempati peringkat 2, negara-negara Asia mengumpulkan 29 medali emas, 20 medali perak dan 31 medali perunggu. Penyumbang emas terbanyak selain Tiongkok adalah Jepang (6 emas-1 perak-11 perunggu), Australia (5-2-5) dan Korea Selatan (4-2-9).

Sementara negara-negara di kawasan Eropa, dipimpin Hongaria yang saat ini berada di peringkat lima, mengumpulkan 29 medali emas, 34 medali perak dan 28 medali perunggu. Penyumbang adalah Hungaria (5-1-1), Rusia (4-7-4), Italia (3-6-2) dan Inggris (3-3-6).

Sementara negara-negara di kawasan Amerika Utara hanya menempatkan Amerika dan Kanada sebagai peraih medali, dengan total 11 medali emas, 12 perak dan 15 perunggu.

Di daratan Amerika Latin, baru menempatkan Brazil, Kolombia dan Argentina, dengan perolehan total tiga emas dan dua perak. Sedangkan di benua Afrika, baru Afrika Selatan memperoleh dua perak dan Mesir memperoleh dua perunggu.

Untuk di kawasan Oseania, diwakili Selandia Baru yang memperoleh dua medali perak. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.