Solo Tuan Rumah Kejuaraan Para Badminton Internasional, Indonesia Raih 5 Medali Emas

Pelatih tim Indonesia, M Nurachman mengatakan 5 medali emas diraih Tim Indonesia di kejuaraan yang akan berlangsung selama sepekan ini.

Jumat, 07 Agus 2015 18:32 WIB

Kejuaraan badminton internasional untuk difabel. Foto: Yudha Satriawan KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Solo - Tim Indonesia mengantongi 5 medali emas di kejuaraan Para Badminton Internasional yang digelar di GOR Arena Sritex, Solo, Jumat (7/8/2015). Pelatih tim Indonesia, M Nurachman mengatakan perolehan medali ini bisa bertambah selama sepekan ini. Meski dia mengakui, tim Indonesia masih kalah di kategori kursi roda dibanding standing lower.

“Sudah minimal 5 medali emas kita raih di kejuaraan ini, ya masih ada peluang juga di tim kita. Semua masih ada peluang, tim kita masih terus bertanding. Kalau dilihat dari komposisi pemain masing-masing negara peserta, saingan berat Indonesia, untuk ganda putra di kategori standing lower, Malaysia. Tetapi di kategori wheelchair atau kursi roda, ya hampir merata di semua negara peserta seperti Malaysia, Thailand, Hong Kong. Mereka masih bagus-bagus semua karena kita sudah kalah start. Kita baru melatih atlit, mereka sudah menjadi juaar tingkat Asia maupun Asia Tenggara, kemudian fasilitas memang beda, fasilitas kursi roda kita masih nomor dua, mereka sudah kualitas nomor satu. Ini kan juga berpengaruh pada gerakan atlit bergerak di lapangan, kursi roda tim kita masih berat, tapi kalau dari sisi mentalitas atlit, tim kita tidak kalah kok,” kata Nurachman (7/8/2015).

Kejuaraan badminton untuk atlet disabilitas ini diikuti 10 negara peserta antara lain Indonesia selaku tuan rumah, Malaysia, Thailand, Turki, Hong kong, Swiss, Jepang, India, Perancis, dan Polandia.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Menko Wiranto Bakal Tangkap Tentara OPM

  • Kapolri, Evakuasi Di Papua Ajang Bersih-Bersi Pendulang Liar
  • Nazaruddin Sebut Setnov Terima Duit e-KTP
  • Puluhan Calon PPS di Rembang Terindikasi Anggota Parpol