Menpora Optimistis Menang Banding Pembekuan PSSI

Kemenpora yakin menang banding pembekuan PSSI

Senin, 24 Agus 2015 11:38 WIB

Menpora Imam Nahrawi (Foto: KBR/Muji L.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jombang - Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan proses banding atas vonis Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang membatalkan SK pembekuan PSSI terus berjalan. Hal tersebut dilakukan untuk mengikuti jalan yang ditempuh PSSI, dengan memilih ranah hukum sebagai mekanisme penyelesaian perkara. Kemenpora optimistis, banding   atas vonis yang keluar beberapa hari sebelum lebaran itu bakal dikabulkan oleh hakim.

Demikian disampaikan Menpora Imam Nahrawi, saat berada di Pondok Pesantren Darul’ Ulum, Rejoso, Jombang, Senin (24/08/15). Imam menegaskan, Kemenpora menghormati langkah PSSI yang mengajukan gugatan terhadap SK pembekuan ke PTUN. Kemenpora akan kooperatif dalam menjalani semua proses hukum yang ada terkait gugatan PSSI itu.

“Kita kan negara hukum, sebenarnya saya sesalkan mereka dulu kok masuk wilayah hukum. Karena wilayah hukum maka tentu kita akan memanfaatkan sarana hukum dengan baik. Jadi kalau kemarin belum mengabulkan pandangan kita, harapan kita maka sekarang juga hakim tinggi di PTTUN nanti mendengarkan apa yang betul-betul menjadi landasan mereka,” kata Imam.

Seperti diberitakan, Kemenpora mengingatkan PSSI agar tidak memutar kompetisi karena proses banding sedang berjalan. Namun, organisasi pimpinan La Nyalla Mattalitti itu ngotot menjalankan kompetisi, melalui keputusan yang diambil dalam rapat Exco PSSI beberapa waktu lalu.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.