Aturan Piala Presiden, Kena Kartu Kuning & Merah Harus Bayar Denda

Jika ada pemain yang memukul wasit akan dikenai sanksi denda hingga Rp100 juta rupiah. Jika ada pemain terkena kartu kuning, maka klub dikenai denda Rp2 juta, dan kartu merah Rp5 juta.

Minggu, 30 Agus 2015 20:45 WIB

Presiden Joko Widodo menendang bola sebagai tanda dibukanya kompetisi Piala Presiden, Minggu (30/8). (Foto: situs www.setkab.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Balikpapan – Klub peserta Piala Presiden 2015 yang berjumlah 16 klub harus berhati-hati menjaga emosi.

Penyelenggara Piala Presiden memberikan sanksi tegas bagi pemain yang bertindak kasar di lapangan.

Menurut Pelatih Persiba Balikpapan Eduard Tjong---salah satu peserta Piala Presiden---jika ada pemain yang memukul wasit akan dikenai sanksi denda hingga Rp100 juta rupiah.

Jika ada pemain terkena kartu kuning, maka klub dikenai denda Rp2 juta, dan kartu merah Rp5 juta.

"Jadi sekarang mereka (pemain) berpikirlah, karena nggak bisa main seterusnya di Piala Presiden, kalau memukul wasit. Jadi paling nggak mereka belajar menjaga emosi. Pasti kita kasih tahu, kita kasih ingat. Mudah-mudahan jangan ada anak-anak yang kayak gitulah," kata Eduaed Tjong, Minggu (30/8).

Eduard Tjong mengatakan jika ada pemain Persiba yang terlihat mulai emosi, ia akan segera menarik keluar supaya klub tidak sampai terancam sanksi berat tersebut. Dia pun akan memberikan sanksi tegas bagi pemainnya yang memukul wasit maupun bertindak kasar terhadap lawan dilapangan.

Turnamen Piala Presiden dimulai Minggu, 30 Agustus-10 September untuk babak penyisihan grup. Sedangkan final akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 18 Oktober. Turnamen ini berhadiah total Rp40 miliar. Turnamen ini diselenggarakan oleh Mahaka Sports & Entertainment.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.