Jamie Vardy: Mudah Untuk Tolak Arsenal

Vardy berharap rekannya Riyad Mahrez akan mengikuti jejaknya dan bertahan di klub.

Minggu, 31 Jul 2016 20:22 WIB

Foto: Antara

KBR - Penyerang Leicester City Jamie Vardy mengklaim "mudah" untuk membuat keputusan menolak pinangan Arsenal pada transfer musim ini. Ia juga mengatakan tidak pernah mengadakan pembicaraan dengan Arsenal karena masih memiliki kontrak dengan Leicester.

Karena itu, ia berharap rekannya Riyad Mahrez akan mengikuti jejaknya dan bertahan di klub.

"Itu tidak begitu besar (keputusan) ketika saya berpikir tentang hal itu. Itu cukup mudah dan ini adalah di mana saya ingin berada," ungkap Vardy seperti dikutip dari Skysport.

Jamie Vardy dan rekan setimnya Mahrez telah dikaitkan akan kepindahannya ke Arsenal. Vardy telah membuktikan loyalitasnya dengan menandatangani perpanjangan kontrak empat tahun bersama juara Premier League musim lalu itu pada 23 Juni 2016. Kepastian Vardy memperpanjang kontrak bersama Leicester membuat skuad asuhan Arsene Wenger mengurungkan niat.

Sementara pemain terbaik Liga Primer Inggris musim lalu, Riyad Mahrez dikabarkan masih ingin bergabung ke Arsenal. Leicester City pun diprediksi bakal menerima uang transfer sekitar Rp724 miliar atas penjualannya.

Bujukan juga datang dari Manajer Leicester Claudio Ranieri untuk pemain sayap Aljazair itu. Menurut Ranieri, pemainnya bisa berakhir di bangku cadangan jika ia memutuskan untuk pindah pada musim panas ini.

"Saya pikir semua orang di skuad ingin dia di sini, bermain dengan kami, tapi itu tidak ada hubungannya dengan kami," tambah Vardy. (Skysport)

Baca juga: Conte Ingin Chelsea Tampil Baru Lewat Agresivitas Permainan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.