Turnamen Mini Batal Digelar, Panitia Rugi 1 Miliar

Turnamen mini sepak bola bertajuk Sunrise of Java Cup 2015, batal digelar.

Rabu, 01 Jul 2015 16:48 WIB

Ilustrasi pertandingan sepak bola. Foto: Antara

Ilustrasi pertandingan sepak bola. Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyuwangi-  Panitia Turnamen Mini Sepakbola mengaku merugi hingga 1 miliar rupiah lantaran turnamen bertajuk Sunrise of Java Cup 2015 itu batal digelar. Sebab menurut Juru Bicara panitia pelaksana, Ali Nurpatoni, persiapan helatan sepakbola itu sudah mencapai 100 persen. Bahkan, kata dia, tim-tim yang diundang pun sudah datang sejak Senin (29/06/2015) kemarin. 

“Persiapan sampai hari ini mendatangkan timnas dan sebagainya itu kita sudah hampir satu miliar, nyaris menembus satu miliar. Karena bagai manapun juga panitia sudah menanggung segala sesuatunya terkait dengan empat tim tersebut yang ada di Banyuwangi. Tampaknya dari polres tidak memberikan izin karena factor kerawanan di bulan Ramadhan seperti itu yang diterima panpel itu,” kata Ali Nurpatoni (1/7/2015).

Sebelumnya, Kepolisian Banyuwangi, Jawa Timur tak mengizinkan pertandingan tersebut digelar pada Ramadan. Alasannya, dikhawatirkan mengganggu ibadah dan memicu bentrokan antar penonton. Padahal, panitia telah mengantongi rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Toni menambahkan, sebenarnya turnamen sepak bola ini dimulai pada Selasa, 30 Juni lalu di Stadion Diponegoro, Banyuwangi Jawa Timur. Namun pada 26 Juni lalu, Kepala Kepolisian Banyuwangi melayangkan surat penjelasan kepada panitia mengenai penundaan pemberian izin dan akan dijadwalkan ulang setelah lebaran.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.