Pelatih Arema Cronus, Suharno. Foto: Antara

KBR, Banyuwangi - Arema Cronus meraih kemenangan 2-1 atas Bali United Pusam dalam lanjutan turnamen mini bertajug Sunrise of Java Cup 2015 di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Jawa Timur. Gol pembuka tim berjuluk "Singo Edan" itu diraih melalui sepakan Ahmad Nufiandani pada menit ke-49. Tujuh menit berselang, giliran streiker andalan Arema Cristian Gonzales yang sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-56.

Tertinggal dua gol, Bali United mencoba mengejar ketertinggalan. Bayu Gatra dan Kawan- kawan beberapa kali mendapatkan peluang di depan kotak penalti Arema, namun hingga babak pertama berakhir skuat Indra Safri itu belum berhasil menjebol gawag Arema yang dikawal oleh Ahmad Kurniawan.

Pelatih Arema, Suharno mengatakan, hasil tersebut diluar prediksi, karena Arema datang ke Banyuwangi dengan minim persiapan, minim pemain. Namum para pemain mampu memanfaatkan beberapa peluang, sehingga bisa memenangkan pertandingan ini.

“Apa yang saya katakan sebelumnya bahwa kita ada tiga yang saya sampaikan kemarin. Minim persiapan, minim posisi kemudan minim pemain. Coba lihat sendiri akhirna memang persiapan kita minim hanya empat hari tapi tidak ada konflik banyak yang kondisinya tidak fit tadi keliahatan sekali, tapi ini hasil dari rotasi kita,” kata Suharno (30/7/2015).

Dengan kemenanagan tersebut Arema Cronus saat ini menduduki klasemen teratas turnamaen mini Sunrise of Java Cup 2015. Sedangkan posisi ke dua ditemapati oleh Indonesia All Star yang kalah agregat gol dari Arema. Sedangkan Bali United menduduki posisi ke tiga. Tuan rumah Persewangi menduduki posisi terakhir.

Pada pertandingan selanjutnya Arema Cronus akan menghadapi Indonesia All Star, sedangan Bali United akan menghadapi tim tuan rumah Persewangi Banyuwangi.

Editor: Bambang Hari 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!