21 Tim Ramaikan Piala Kemerdekaan

Sebanyak 21 klub dari 28 klub divisi utama dipastikan ikut bertanding dalam Piala Kemerdekaan, kuota itu diberikan kepada klub Liga Super Indonesia (ISL).

Jumat, 03 Jul 2015 17:45 WIB

Ilustrasi pertandingan sepak bola. Foto: Antara

Ilustrasi pertandingan sepak bola. Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Sebanyak 21 klub dari 28 klub divisi utama dipastikan ikut bertanding dalam Piala Kemerdekaan. Anggota Tim Transisi Kemenpora, Zuhairi Misrawi menyatakan kuota tersebut diberikan kepada klub Liga Super Indonesia (ISL) yang ingin turut bertanding. Tim masih mengunggu konfirmasi dari beberapa klub Liga Super Indonesia (ISL) pada pekan depan.

"Ini tim divisi utama ya. PSMS Medan, Persepa Madura United, Persigo Gorontalo, Kalteng Putra, Martapura FC, Persifa Fakfak (dll). Kami masih menunggu konfirmasi (tim ISL). Nanti kami sampaikan ke publik atas arah keputusan dari tim divisi utama menyepakati jikalau ada tim ISL yang ingin ikut maka akan kami akomodasi. Surat undangan baru mau dikirim minggu depan baru setelah itu akan kami sampaikan," kata Zuhairi Misrawi, Jumat (3/7/2015).

Sebelumnya, Piala Kemerdekaan yang sedianya akan digelar pada 24 Juli 2015 diundur 1 Agustus 2015 berdasarkan permintaan klub-klub peserta.

Piala Kemerdekaan digelar untuk menggairahkan kembali persepakbolaan tanah air. Seluruh dana untuk turnamen ini tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) namun dari beberapa sponsor. 

Editor: Malika


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.