Pemakaman Muhammad Ali Akan Ditayangkan Langsung Lewat Internet

Pemakaman rencananya akan dilakukan pada Jumat mendatang di Louisville, Kentucky, kota kelahiran sang juara.

Minggu, 05 Jun 2016 18:11 WIB

Foto dokumentasi saat Muhammad Ali (kanan) bertarung dengan Richard Dunn pada perebutan gelar juara kelas berat versi WBC & WBA di Munich, Jerman 24 Mei 1976. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Upacara pemakaman bekas juara tinju Muhammad Ali akan disiarkan langsung melalui internet. Pemakaman rencananya akan dilakukan pada Jumat mendatang di Louisville, Kentucky, kota kelahiran sang juara. 

Mengutip VOA, Juru bicara Muhammad Ali mengatakan, almarhum merupakan warga dunia, karena itu pemakaman di Arena olahraga Louisville yang memiliki kapasitas tempat duduk 22 ribu itu akan dibuka untuk umum dan disiarkan melalui internet. Ia berharap seluruh lapisan masyarakat bisa hadir dalam pemakaman tersebut. 

Disamping masyarakat umum, bekas presiden Amerika Serikat Bill Clinton juga dijadwalkan menyampaikan pidato penghormatan dalam upacara pemakaman "The Greatest" atau terhebat. Selain itu, pelawak Billy Crystal dan penyiar televisi Bryant Gumbel juga dijadwalkan akan memberikan pidato penghormatan seperti Bill Clinton.

Bekas juara tinju dunia Muhammad Ali meninggal dunia pada pada Jumat (3/5) malam di sebuah rumah sakit di Phoenix, Arizona, dalam usia 74 tahun. Seperti dikutip dari BBC, Pihak keluarga menyebut kematian Ali dikarenakan septic shock atau guncangan septik (rusaknya suatu organ akibat suatu infeksi). 

"Penyebab kematian legenda tinju Muhammad Ali adalah septic shock, 'guncangan septik terkait penyebab alami tertentu," ungkap keluarganya. 

Ia juga menderita gangguan pernafasan, yang diperumit oleh penyakit Parkinson yang diidapnya sejak beberapa belas tahun terakhir. Ali yang dikenal melalui tinju juga dikenal kontroversinya karena masuk Islam dan menolak wajib militer.

Penolakan tersebut berpijak pada alasan agama dan tidak setuju dengan Perang Vietnam. Ali kemudian didakwa dan dilucuti gelar tinjunya dan dilarang bertanding, hingga Mahkamah Agung membatalkan vonis tersebut pada tahun 1970. (VOA dan BBC)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.