Kapolri Perintahkan Kapolda Metro Tindak Pelaku Rusuh Suppoter Persija

Pengurus suporter harus bertanggung jawab atas kerusuhan yang kembali mencoreng wajah sepakbola Indonesia.

Minggu, 26 Jun 2016 19:00 WIB

Suporter Persija masuk ke lapangan pertandingan. (Antara)

Suporter Persija masuk ke lapangan pertandingan. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Badrodin Haiti menginstruksikan kepada bawahannya untuk menindak tegas semua oknum pelaku kerusuhan suporter Persija, The Jakmania, saat pertandingan melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bung Karno. Terutama oknum pelaku yang wajahnya tertangkap kamera sedang menganiaya bawahannya.

"Begini, siapa pun yang bersalah harus ditindak. Tadi pagi sudah saya sampaikan arahan kepada Kapolda Metro, silahkan yang di gambar itu yang memukul, semua tangkap semua. Tidak ada alasan," ujarnya kepada wartawan seusai Pelaksanaan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2016 di Lapangan Cengkeh, Kota Tua, Jakarta.

Selain itu kata dia, pengurus suporter harus bertanggung jawab atas kerusuhan yang kembali mencoreng wajah sepakbola Indonesia ini. Dia juga menegaskan bahwa dibutuhkan kesadaran semua pihak agar kejadian ini tidak terulang kembali.

"Semua diminta kesadaran. Semua pihak, tak hanya aparat keamanan saja, tetapi juga pengurus suporter harus ikut bertanggung jawab dan membina dan mengurus suporter itu," ujarnya.

Dia juga memastikan bakal menindak pelaku kerusuhan yang mengakibatkan kerusakan dan korban luka tersebut meski masih di bawah umur. Hanya saja kata dia, akan ada perbedaan perlakuan nantinya. Pasalnya kata dia jajarannya sudah melakukan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

"Namanya pelaku kejahatan itu, mau di bawah umur itu ya, diproses. Memang perlakuannya berbeda, penerapan hukumnya berbeda. Kan semua itu sudah ada SOPnya. Ikuti SOP yang sudah disiapkan. Kalau SOP diikuti tidak ada maslaah," ujarnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.