Tim Transisi: Piala Kemerdekaan Kemungkinan Digelar Agustus

Turnamen ini digelar untuk mengisi kekosongan kompetisi di tanah air pasca sanksi FIFA.

Senin, 01 Jun 2015 14:09 WIB

FIFA. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Tim Transisi berencana menggelar kompetisi sepakbola Piala Kemerdekaan pada Agustus mendatang. Turnamen ini digelar untuk mengisi kekosongan kompetisi di tanah air pasca sanksi federasi sepakbola dunia FIFA. Anggota Tim Transisi, Andrew Darwis mengatakan, pihaknya masih membahas soal teknis penyelenggaraan pertandingan tersebut, termasuk di dalamnya soal penyelenggara kompetisi, hak siar, serta klub-klub yang akan mengikuti.

"Kalau target sih kan Kemerdekaan seharusnya Agustus, yah. Jadi, biar pas, biar Agustus nanti. Nanti, kita dari tim komunikasi memang ada tugasnya untuk reaching semua liga-liga, klub-klub, ntar kita komunikasikan masalah PSSI yang kemarin ini, dan bagaimana ke depannya, gitu. Kita harus butuh komunikasi langsung, karena selama ini belum ketemuan langsung," kata Andrew kepada KBR, Senin (1/6/2015).

Sebelumnya, Kemenpora membekukan PSSI dan melarang penyelenggaraan Liga Super Indonesia (LSI) 2015. Kisruh Kemenpora dan PSSI ini pun berujung pembekuan PSSI oleh induk sepakbola dunia FIFA.

FIFA menganggap PSSI melanggar statuta pasal 13 dan 17 Statuta FIFA, soal intervensi pihak ketiga, dalam hal ini Pemerintah. Akibatnya beberapa klub berencana bubar. Salah satunya adalah manajemen Persegres Gresik United. Bahkan Persis Solo resmi bubar setelah dipastikan tidak ada kompetisi Divisi Utama musim ini. Tak hanya itu, para pesepakbola nasional dan asing pun berusaha mencari pendapat lain dengan bermain di level antar kampung.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Arsul Sani: KPK Jangan Bernafsu Tangani Korupsi Swasta

  • BPBD Lebak: Gempa Hantam 9 Kecamatan
  • Jerat Hari Budiawan, Warga Tumpang Pitu Protes Putusan Hakim
  • Gunakan GBK, Persija Naikan Tiket Pertandingan Piala AFC

Padahal para pekerja di kedua jenis industri ini kerap dituntut bekerja melebihi jam kerja dan juga kreativitas yang tak terbatas.