FIFA. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Tim Transisi berencana menggelar kompetisi sepakbola Piala Kemerdekaan pada Agustus mendatang. Turnamen ini digelar untuk mengisi kekosongan kompetisi di tanah air pasca sanksi federasi sepakbola dunia FIFA. Anggota Tim Transisi, Andrew Darwis mengatakan, pihaknya masih membahas soal teknis penyelenggaraan pertandingan tersebut, termasuk di dalamnya soal penyelenggara kompetisi, hak siar, serta klub-klub yang akan mengikuti.

"Kalau target sih kan Kemerdekaan seharusnya Agustus, yah. Jadi, biar pas, biar Agustus nanti. Nanti, kita dari tim komunikasi memang ada tugasnya untuk reaching semua liga-liga, klub-klub, ntar kita komunikasikan masalah PSSI yang kemarin ini, dan bagaimana ke depannya, gitu. Kita harus butuh komunikasi langsung, karena selama ini belum ketemuan langsung," kata Andrew kepada KBR, Senin (1/6/2015).

Sebelumnya, Kemenpora membekukan PSSI dan melarang penyelenggaraan Liga Super Indonesia (LSI) 2015. Kisruh Kemenpora dan PSSI ini pun berujung pembekuan PSSI oleh induk sepakbola dunia FIFA.

FIFA menganggap PSSI melanggar statuta pasal 13 dan 17 Statuta FIFA, soal intervensi pihak ketiga, dalam hal ini Pemerintah. Akibatnya beberapa klub berencana bubar. Salah satunya adalah manajemen Persegres Gresik United. Bahkan Persis Solo resmi bubar setelah dipastikan tidak ada kompetisi Divisi Utama musim ini. Tak hanya itu, para pesepakbola nasional dan asing pun berusaha mencari pendapat lain dengan bermain di level antar kampung.

Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!