Sanksi FIFA Pengaruhi Psikologis Pemain Timnas U-23

Manajer dan pelatih berupaya memberikan mereka pemahaman, bahwa sanksi bukan akhir dari segalanya.

Selasa, 02 Jun 2015 14:43 WIB

FIFA. Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Manajer Tim Nasional Indonesia Usia 23, Gede Widiade mengakui, sanksi pembekuan PSSI oleh FIFA berdampak pada psikologis pemain timnas yang kini tengah bertarung di ajang Sea Games ke-28 di Singapura. Gede Mengatakan, hal yang ditakuti saat ini oleh pemain adalah kehilangan pekerjaan akibat sanksi. Namun, manajer dan pelatih berupaya memberikan mereka pemahaman, bahwa sanksi bukan akhir dari segalanya. Untuk itu Gede meminta mereka tampil maksimal dan menunjukkan kualitasnya.

"Makanya kami sama coach juga berusaha bagaimana meyakinkan mereka, bahwa ini merupakan pertandingan yang sangat krusial, sangat penting bagi kita, untuk menunjukkan pada masyarakat Indonesia dan masyarakat ASEAN pada khususnya, bahwa Indonesia masih bisa berperan. Untuk itu kita minta support, doalah dari masyarakat Indonesia, bahwa adik-adik kita ini hanya datang ke Singapura, hanya satu untuk bertanding, berlaga, membela mati-matian bendera merah putih, itu saja," kata Gede kepada KBR, Selasa (2/6/2015).

Tim Nasional U-23 Indonesia hari ini akan menjalani laga perdana melawan Myanmar di ajang Sea Games ke-28 Singapura. Pertandingan itu digelar di Stadion Jalan Besar, Singapura. Tim ini diisi oleh beberapa pemain jebolan Timnas U-19, semisal Evan Dimas dan Hansamu Yama.

Akhir pekan lalu Federasi Sepakbola Dunia FIFA menjatuhkan sanksi untuk PSSI, karena melanggar statuta FIFA. Hukuman ini membuat Indonesia tak bisa menjalankan aktivitas sepakbola di level Internasional. Tak hanya itu, sanksi ini juga menjadi pukulan bagi pesepakbola tanah air, termasuk yang kini tengah bertanding di SEA Games.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang