PSSI Tantang Pembuktian Dugaan Korupsi Ini

Ini menyusul laporan Komunitas Suporter Antikorupsi ke KPK.

Senin, 08 Jun 2015 15:36 WIB

Aksi Revolusi PSSI

KBR, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, La Nyala Mattalitti mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri adanya dugaan korupsi di lembaganya. Ini menyusul laporan Komunitas Suporter Antikorupsi ke KPK, siang tadi. Selain itu, ia juga berjanji akan kooperatif dalam memberikan keterangan kepada penyidik di KPK, apabila perkara ini benar-benar diusut.

"Sangat siap, tapi kenapa saya yang dipanggil, kan (dugaan korupsi) jamannya Djohar (Arifin). Tidak apa-apa, Bagus, kalau itu memang ada tindak pidana korupsi segera ditindak dan segera ditangani supaya terbuka dan bukan hanya opini saja. Jadi selama ini kan biar kelihatan jadi jangan PSSI itu hanya dipakai namanya saja dijadikan anggapan seolah-olah mafia-mafia disana padahal di Kemenpora itu lebih banyak koruptornya. Bongkar semua, tambah senang saya," kata Mattalitti kepada KBR (8/6/2015).

Sebelumnya, Komunitas Suporter Antikorupsi (KORUPSSI) melayangkan laporan ke KPK terkait berbagai dugaan korupsi oleh PSSI siang tadi. Tudingan tersebut antara lain dugaan korupsi bantuan sosial berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2013 dan Dugaan penyimpangan bantuan Kemenpora untuk PSSI berdasarkan hasil audit BPK tahun 2010. Dari hasil audit BPK atas PSSI tersebut, KORUPSSI menilai ada potensi kerugian negara yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan wewenang dari pengurus PSSI. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.