Pesepakbola Timnas Indonesia U-23 memberikan apresiasi kepada para penonton yang mendukung mereka usai mengalahkan Timnas Timor Leste U-23 pada pertandingan kualifikasi Grup H Kejuaraan Piala Asia (AFC) U-23 Tahun 2016 di Stadion Utama Gelora Bung Karno,

KBR, Banyuwangi - Persatuan Sepak Bola Banyuwangi (Persewangi) Jawa Timur, menggelar turnamen mini. Hal ini untuk mengisi kevakuman musim kompetesi sepak bola saat ini. Turnamen bertajuk Sunrise of Java Cup 2015 tersebut diikuti oleh empat klub yaitu Persewangi, Timnas U-23 (Garuda All Star), Arema Cronus, dan Bali United Pusam FC.

Ketua panitia turnamen Heriyanto mengatakan, turnamen mini tersebut digelar agar pemain tetap bergairah. Sebab, pasca pemerintah membekukan PSSI, praktis seluruh kompetisi berhenti. Para suporter sepak bola pun tidak bisa menikmati penampilan klub kesayangan mereka bertanding lagi.

Menurutnya, turnamen ini digelar pada 30 Juni-5 Juli  setiap pukul 21.00 WIB di Stadion Diponegoro Banyuwangi. Turnamen tersebut berhadiah satu unit mobil. Ia juga memastikan seluruh klub sudah berdatangan ke Banyuwangi pada 29 Juni 2015 mendatang.

“Landasan adanya turnamen ini kita mau ada kompetsi, pemain tidak penantian terus tidak ada pertandingan. Kita yang senang dengan sepak bola mau nonton tidak ada tontonan. Kita hanya tujuan umumnya memberikan tontonan menarik dimasyarakat Banyuwangi yang mungkin kita dalam waktu nonton Arema sangat sulit,” kata Hariyanto (23/6/2015).

Ketua panitia turnamen Heriyanto menambahkan, Timnas U-23 (Garuda All Star), Arema Cronus, dan Bali United Pusam FC dipilih agar bisa meningkatkan performa Persewangi kedepanya. Sebab ketiga klub tersebut memiliki pemain-pemain yang bereputasi bagus. Selain itu, kehadiran timnas dan kedua klub bisa memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat.


Editor : Sasmito Madrim

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!