Pasca Sanksi FIFA, Pemain Indonesia Tak Bisa Main di Klub Luar Negeri

Para pemain akan terhambat International Transfer Certificate (ITC) atau sertifikat transfer pemain dari klub dan federasi.

Senin, 01 Jun 2015 11:45 WIB

Rahmad Darmawan. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Pesepakbola Indonesia tidak bisa bermain untuk klub luar negeri pasca sanksi FIFA untuk federasi sepakbola Indonesia PSSI. Menurut Pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan, itu dikarenakan para pemain akan terhambat urusan International Transfer Certificate (ITC) atau sertifikat transfer pemain. ITC ini harus dimiliki oleh pemain dan melibatkan antar federasi dalam prosesnya. Namun, karena PSSI disanksi, maka izin akan sulit untuk didapat oleh pemain, meski klub asing berminat dengan pesepakbola Indonesia.

"Tidak diperbolehkan melakukan aktivitas tentu proses ITC ini akan sangat mengganjal administrasi pemain. Jadi pemain punya kemampuan hebat kalau klub luar negeri mau ambil mereka, mereka bisa berangkat, tapi enggak dapat izin untuk bermain. Karena itu tadi ITC. ITC itu seperti SIM-lah Surat Izin Mengemudi secara sederhana," kata Rahmad Darmawan kepada KBR (1/6/2015).

Sebelumnya, Federasi Sepakbola Dunia FIFA menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) dalam rapat Komite Eksekutif di Zurich, Swiss akhir pekan lalu. Hukuman yang dijatuhkan berupa isolasi terhadap aktivitas internasional, termasuk di kompetisi FIFA dan AFC, baik untuk timnas dan klub.

Dalam emergency meeting tersebut, FIFA menyatakan PSSI melanggar pasal 13 dan 17 Statuta FIFA. Kedua pasal tersebut menjelaskan soal intervensi pihak ketiga, dalam hal ini Pemerintah terhadap organisasi sepakbola 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Menko Wiranto Bakal Tangkap Tentara OPM

  • Kapolri, Evakuasi Di Papua Ajang Bersih-Bersi Pendulang Liar
  • Nazaruddin Sebut Setnov Terima Duit e-KTP
  • Puluhan Calon PPS di Rembang Terindikasi Anggota Parpol