Pasca Sanksi FIFA, Indonesia Terancam Krisis Pelatih Berlisensi

Sanksi FIFA tidak akan membuat sepakbola Indonesia menjadi lebih baik.

Senin, 01 Jun 2015 14:19 WIB

Rahmad Darmawan. Foto: Portal

KBR, Jakarta- Indonesia terancam krisis pelatih sepakbola berlisensi FIFA dan AFC, pasca jatuhnya sanksi oleh Federasi Sepakbola Dunia untuk PSSI. Padahal, menurut pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan, saat ini jumlah sekolah sepakbola di tanah air tak sebanding dengan jumlah pelatih yang ada. Selain itu menurut dia, pengetahuan kepelatihan sepakbola saat ini merupakan salah satu masalah besar dalam perkembangan sepakbola. Dengan sanksi FIFA ini kata dia, akan membuat banyak pelatih urung mendapat lisensi.

"Dan dua gelombang itu satu gelombang minimal atau maksimal hanya boleh 25. Dan itu kalau satu tahun, maka kesempatan kita itu akan kehilangan berapa calon pelatih yang bisa menghandle seluruh sekolah sepakbola yang jumlahnya luar biasa banyak. Ada hal lain yang lebih penting di samping faktor itu tadi, adalah perbaikan insfratruktur. Kita selama ini pemain muda kita dipaksa berlatih pada satu kondisi lapangan yang jujur tidak ideal untuk mereka latihan," kata Rahmad Darmawan kepada KBR, Senin (1/6/2015)

Bekas pelatih Sriwijaya FC ini menolak anggapan sejumlah pihak yang menilai sanksi FIFA akan membuat sepakbola Indonesia menjadi lebih baik.

Sebelumnya, Federasi sepakbola dunia FIFA menjatuhkan sanksi kepada federasi sepak bola Indonesia PSSI. Hukuman itu berupa isolasi terhadap aktivitas internasional, termasuk di kompetisi FIFA dan AFC, baik untuk timnas dan klub.

Dalam rapat darurat FIFA, PSSI dinyatakan melanggar pasal 13 dan 17 Statuta FIFA. Kedua pasal tersebut menjelaskan soal intervensi pihak ketiga, dalam hal ini Pemerintah terhadap organisasi sepak bola.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Aman Abdurrahman Diperiksa Densus 88 Terkait Bom Thamrin

  • CCTV Pengakuan Miryam, Pengacara: Dibawah Tekanan
  • Operasi Besar Novel Baswedan Berhasil
  • Laut Rusak, Warga Upacara di Tengah Laut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR