Bobotoh Persib Desak Pemerintah Kompetisi Sepakbola Digelar Kembali

Ratusan pendukung kesebelasan Persib Bandung yang disebut bobotoh, meminta agar pemerintah menggelar kembali kompetisi sepakbola yang saat ini dibekukan

Kamis, 04 Jun 2015 17:40 WIB

Ratusan pendukung kesebelasan Persib Bandung yang disebut bobotoh

Ratusan pendukung kesebelasan Persib Bandung yang disebut bobotoh, meminta agar pemerintah menggelar kembali kompetisi sepakbola yang saat ini dibekukan, dengan mendatangi kantor DPRD Jawa Barat, Ban

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bandung- Ratusan pendukung kesebelasan Persib Bandung yang disebut bobotoh, meminta agar pemerintah menggelar kembali kompetisi sepakbola yang saat ini dibekukan, dengan mendatangi kantor DPRD Jawa Barat. Kedatangan mereka ini sebagai bentuk keprihatinan, atas carut-marutnya persepakbolaan Indonesia selama ini.

Salah satu juru bicara bobotoh Persib, Agus Ompong menegaskan, aksi ini bukanlah untuk mendukung salah satu pihak yang sedang berkonflik,  baik pemerintah ataupun PSSI.

"Kami bobotoh Persib Bandung menuntut agar pemerintah menyadari, bahwa sepakbola adalah hiburan rakyat. Maka harus banyak yang diselamatkan," ujarnya di depan Kantor DPRD Jawa Barat, Bandung, Kamis (4/6).

Juru bicara bobotoh Persib  Agus Ompong mengatakan, PSSI dan Kementerian pemuda dan olahraga harus duduk bersama mencari solusi terbaik, agar kompetisi dapat berjalan kembali. Dia menyebutkan, persepakbolaan tanah air jangan dikorbankan sebagai ajang politik dan merugikan seluruh elemennya.

Ratusan pendukung kesebelasan persib bandung juga meminta kepada anggota dewan di Jawa Barat, ikut serta menyampaikan permintaan para pendukung sepakbola, agar segera membenahi dan menyelesaikan permasalahan yang kini muncul.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.