Barca dan Madrid Disebut-sebut Terlibat Pengaturan Skor

Presiden Real Valladolid, Carlos Suarez saat memberikan kesaksiannya kepada pihak berwenang, mengungkapkan adanya praktik pengaturan skor yang melibatkan Osasuna.

Selasa, 23 Jun 2015 09:51 WIB

Logo Barca

KBR - Nama dua klub besar Sepakbola Spanyol mulai mencuat setelah adanya investigasi terhadap dugaan pengaturan skor di La Liga. Presiden Real Valladolid, Carlos Suarez saat memberikan kesaksiannya kepada pihak berwenang, mengungkapkan adanya praktik pengaturan skor yang melibatkan Osasuna. Yang mengejutkan, praktik terlarang itu dilakukan Osasuna saat menghadapi dua tim terkuat di Spanyol, yakni Real Madrid dan Barcelona.

Surat kabar Marca melaporkan, dana dalam pengaturan skor tersebut berjumlah sangat besar. Dalam laporan itu dicontohkan, Osasuna berhasil memenangkan pertandingan melawan Barca dan Madrid dengan membayar lawan. Namun sayang tidak dirinci waktu pertandingannya.

Bahkan Suarez pernah berseloroh pada Jorge Valdano, soal kabar transaksi skor senilai dua juta euro atau sekitar 30 miliar rupiah. Namun keterangan-ketarangan tersebut belum menemui titik terang dan bukti yang cukup kuat.

Sebab jika Osasuna benar membayar, maka diperkirakan ada aliran dana dari pihak ketiga. Pasalnya, klub itu telah lama mengalami kesulitan keuangan. (Bola)


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.