Commisaire Balapan International Tour de Banyuwangi Ijen 2016 Martin Bruin (kiri) bersama Chief Commissaire ITdBI Majid Nasseri (keempat kiri). Foto: Antara

KBR Banyuwangi - Commissaire atau wasit International Banyuwangi Tour de Ijen (ITdBI) 2016 mencabut gelar juara ITdBI 2016 Peter Pouly dan memberikannya kepada pebalap di peringkat kedua, Jai Crawford. Keputusan tersebut diambil menyusul laporan dari tim Kinan Cycling Team (Jepang) yang menyebut sepeda Pouly lebih ringan dari pebalap lainnya.

Sesuai kebijakan federasi balap sepeda dunia (Union Cycliste Internationale (UCI), sepeda pebalap tidak boleh lebih ringan dari berat minimum 6,8 kg. Namun, setelah ditimbang sepeda pebalap yang tergabung dalam Singha Infinite Cycling Team tersebut memiliki berat kurang dari 6 kg.

Cairmen Internasional Tour de Banyuwangi Ijen, Guntur Priambodo mengatakan, pelanggaran tersebut adalah pelanggaran serius. Karena itu, kata dia, sanksi tidak hanya diberikan kepada Pouly, tapi juga kepada timnya yang mendapat sanksi diskualifikasi.

“Didiskualifikasi individual sama team, detailnya tadi sudah didengarkan sendiri. Pouly saat ganti speda, sepeda yang diganti itu beratnya lebih ringan daripada rule dari UCI. Kalau UCI kan sekitar 6,8 kilo. Itu naik juara 2 menjadi juara 1 kemungkinan seperti itu. Itu kan protes dari team menejernya  Kinan,” kata Guntur Priambodo.

Sementara itu, Chief commissaire Internasional Tour de Banyuwangi Ijen 2016  Majid Nasseri mengatakan, pelanggaran tersebut hanya terjadi di etape keempat. Di etape sebelumnya, Pouly dan rekan-rekannya masih memenuhi regulasi balapan.

Sebelumnya, Pouly mengakui bahwa dia sempat mengganti sepeda. Saat itu, Jesse Featonboy dari Team Swiss Wellness melihat ada retakan di frame sepeda Pouly. Dia lantas memutuskan berganti sepeda dan menggunakan sepeda cadangan. Alasan tersebut tidak bisa diterima wasit. Menurut wasit, sepeda cadangan harus tetap memenuhi regulasi.

Peter Pouly dari Singha Infinite Cycling Team dinobatkan menjadi juara pada International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2016. Meski tak pernah naik podium dalam tiga etape pertama, Pouly menjadi yang tercepat dan berhak meraih yellow jersey dalam etape keempat yang menempuh track sejauh 123 kolometer, dari Muncar ke Paltuding Ijen.

Editor: Sasmito Madrim

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!