Para pemain Leicester City merayakan gelar juara Liga Inggris musim 2015-2016. (Foto: Twitter/@LCFC)

KBR - Pertandingan antara Chelsea melawan Tottenham Hotspurs pada dinihari tadi menjadi perhatian banyak pihak, bahkan termasuk dari klub Leicester City---kandidat kuat juara Liga Inggris.

Pertandingan sepertinya bakal menjadi milik Tottenham Hotspurs, ketika Harry Kane dan Heung-Min Son membawa Spurs unggul 2-0 di babak pertama.

Baik pemain, suporter hingga pelatih Leicester City Claudio Ranieri mengamati pertandingan itu. Mereka berharap Chelsea membalik keadaan atau paling tidak pertandingan berakhir imbang.

Para suporter Leicester City berkumpul menyaksikan pertandingan itu di berbagai bar dan pub di kota Midlands, menyerukan dukungan untuk Chelsea, sebagaimana ketika mereka mendukung klubnya sendiri.

Di babak kedua, gol Gary Cahill mempertipis skor menjadi 1-2. Menjelang pertandingan berakhir, 10 menit sebelum peluit akhir berbunyi, Eden Hazard mencetak gol indah untuk menyamakan skor menjadi 2-2.

Pertandingan derby London antara Chelsea dan Tottenham berlangsung keras, hingga wasit Mark Clattenburg mengeluarkan 12 kartu kuning.

Harapan Leicester terkabul. Chelsea akhirnya merayakan tambahan satu poin menjadi 48 yang membuatnya naik dari peringkat 10 ke posisi sembilan klasemen sementara.

Tapi pesta justru lebih gemuruh di Kota Leicester, tempat klub Leicester City berada.

Gelar juara itu dipastikan menjadi milik Leicester City. Hasil imbang melawan Chelsea membuat Tottenham Hotspurs hanya mengumpulkan 70 poin dan tidak mungkin mengejar perolehan poin Leicester City yang unggul tujuh poin dengan dua laga tersisa. Meski nanti di dua laga tersisa seumpama anak asuh Claudio Ranieri kalah melawan Everton atau Chelsea atau kedua-duanya, gelar tetap akan menjadi milik Leicester.

Para pemain Leicester yang menyaksikan pertandingan Chelsea kontra Tottenham Hotspurs di rumah Jamie Vardi pun langsung menggelar pesta. Pemain Leicester Christian Fuchs memposting video pesta lewat Twitter.

Leicester City, klub yang sebelumnya tidak begitu dikenal dan masuk klub papan bawah meraih gelar juara Liga Inggris untuk kali pertama sejak didirikan tahun 1884.

Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang, pelatih sementara Chelsea Guus Hiddink menerima telepon dari manajer Leicester City Claudio Ranieri. Telepon yang sangat emosional.

Ranieri mengucapkan terima kasih kepada Chelsea yang membantu mereka meraih gelar juara Liga Inggris, gelar yang belum pernah mereka rasakan.

Kisah pilu Ranieri yang dipecat sebagai pelatih Chelsea pada 2004 oleh pemilik Chelsea Roman Abramovic seolah tertutup.

"Setelah pertandingan, hanya beberapa menit setelah laga, saya terima telepon dari Ranieri," kata Hiddink.

"Dia berterima kasih dengan apa yang kami lakukan, khususnya di babak kedua. Saya juga mengucapkan selamat padanya atas raihan gelar juara itu," lanjut Hiddink.

"Mereka layak mendapatkan gelar itu. Ini mungkin tidak mengejutkan lagi, tapi mungkin masih menjadi kejutan bagi banyak klub lain yang sudah mapan, bahwa Leicester City bisa meraih gelar juara."

"Mereka (Leicester City) tidak meledak-ledak emosional. Tidak ada ketegangan ketika mereka mulai mencium aroma juara itu. Karena itu mereka layak dengan gelar ini," lanjut Hiddink.

Kapten Chelsea John Terry juga mengucapkan selamat atas raihan gelar perdana Leicester City. Ia mengatakan penampilan cemerlang klub itu hingga meraih gelar juara bakal memberikan harapan bagi klub-klub lain yang selama ini mungkin dianggap klub kecil.

"Ranieri adalah manajer yang punya kelas berbeda. MElakukan apa yang sudah mereka kerjakan itu benar-benar sulit dipercaya. Ini memberi harapan bagi klub-klub kecil."

"Ini masih menyakitkan, bahwa kami kehilangan gelar juara setelah memenanginya tahun lalu. Kami tidak di sini (sekadar) untuk mengalahkan Tottenham dan menghentikan mereka (meraih gelar). Menyakitkan karena kami kalah dari Leicester City (dalam perebutan gelar). Tapi kami akan kembali tahun depan," kata Terry.

Bagi Tottenham Hotspurs, hasil pertandingan itu menyakitkan. Meski begitu, pemain Spurs, Harry Kane mengucapkan selamat kepada Leicester City.

"Mereka begitu fantastis musim ini. Kami sudah lakukan apa yang bisa kami lakukan. Kami berjuang sampai akhir, tapi ini jadi pelajaran berharga bagi kami," kata Kane.

Harry Kane tak urung melontarkan sindiran bagi para pemain Chelsea.

"Ketika bekas juara merayakan hasil seri seperti mereka yang memenangi liga, itu menunjukkan bahwa apa yang kami lakukan sudah benar," sindir Kane.

Pesta juara Leicester City akan berlanjut saat klub itu menjamu Everton pada 7 Mei mendatang, ketika saat itu digelar penyerahan piala dan medali Liga Inggris.

Gelar juara musim ini merupakan raihan terbaik Leicester City sepanjang sejarah klub itu. Raihan terbaik mereka sebelumnya adalah runner-up Liga Inggris pada 1929, dan gelar terakhir adalah juara Piala Liga 2000.
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!