Mepet, PSSI Tunda Pelaksanaan Kongres Tahunan

"Dalam rapat itu, Komite Eksekutif memutuskan untuk mengundur waktu pelaksanaan kongres tahunan"

Senin, 23 Mei 2016 20:58 WIB

KBR, Jakarta- Komite Eksekutif PSSI memutuskan untuk menunda pelaksanaan kongres tahunan hingga Agustus. Anggota Komite Eksekutif PSSI, yang juga menjabat Plt Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan menjelaskan, langkah ini terpaksa diambil mengingat waktu yang tidak cukup.

Ia menyebut, jarak pencabutan sanksi terhadap PSSI dengan jadwal kongres terlalu berdekatan. Sebelum rapat ini, kongres dijadwalkan akan dilakukan pada Juni.


"Sekitar dua bulan yang lalu, Komite Eksekutif PSSI memang memutuskan untuk melaksanakan kongres yang akan dilaksanakan pada bulan Juni. Barusan kami rapat, melakukan persiapan dan mendengarkan laporan-laporan. Dalam rapat itu, Komite Eksekutif memutuskan untuk mengundur waktu pelaksanaan kongres tahunan hingga bulan Agustus untuk menyiapkan waktu yang ideal," kata Plt Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan kepada KBR, Senin (23/05).


Ia menambahkan, kongres tahunan akan membahas rencana kerja PSSI selama jangka waktu tertentu.


"Pasca dicabutnya sanksi, PSSI memiliki lima pekerjaan rumah. Beberapa pekerjaan rumah itu antara lain pelaksanaan kompetisi dan juga pembenahan di tubuh PSSI," katanya.


Selain itu, Komite Eksekutif juga akan melaporkan dua Anggotanya yang mengundurkan diri dari Komite Eksekutif.


"Untuk mengganti dua orang tersebut. Harus dilaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB). Itu sudah diatur dalam statuta," jelasnya.


Sementara itu, rapat komite tadi juga membahas mengenai tim nasional. Dalam rapat tadi, komite belum membicarakan siapa pelatih tim nasional senior. Meski begitu, penetapan tersebut akan selalu masuk pembahasan dalam rapat komite.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.