Mata Bertekad Gagalkan Ambisi Juara Leicester Malam Ini

Menurutnya, gelar The Foxes kemungkinan baru dapat diraih ketika melawan Everton pada pekan mendatang.

Minggu, 01 Mei 2016 19:33 WIB

Juan Mata. Foto: Antara

KBR- Gelandang Manchester United, Juan Mata bertekad tidak akan membiarkan kandidat kuat juara Liga Primer Inggris, Leicester City merayakan gelar di Old Trafford pada malam ini WIB. Menurutnya, gelar The Foxes kemungkinan baru dapat diraih ketika melawan Everton pada pekan mendatang.

“Mereka sangat dekat untuk mewujudkannya. Namun mudah-mudahan itu takkan terjadi di Old Trafford. Mereka bisa menunggu untuk satu pekan lagi [melawan Everton],” kata Juan Matta.

Meski demikian, Mata tetap memuji penampilan Leicester yang tampil luar biasa selama musim ini. “Mereka telah menunjukkan karakter, komitmen dan tekad yang hebat,” imbuhnya.

Leicester kini memimpin klasemen dengan 76 poin dari 35 pertandingan, sementara Manchester United hanya mampu mengumpulkan 59 poin dari 34 pertandingan. Leicester hanya cukup memenangkan pertandingan malam ini WIB untuk meraih gelar Liga Primer Inggris pada musim ini. (Goal.com)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.