Manajer Manchester United, Louis van Gaal. (Foto: Paul Blank/Wikimedia/Creative Commons/CC-SA 3.0)

KBR - Pelatih klub sepakbola Manchester United, Van Gaal tak bisa tersenyum lebar meski tim asuhannya menang 3-1 melawan Bournemouth dalam laga terakhir kompetisi Liga Inggris musim 2015/2016.

Tambahan tiga poin terakhir itu membuat MU mengoleksi 66 poin dari 38 kali pertandingan di Liga Inggris musim ini.

Namun itu tidak cukup memuaskan para pendukung MU, karena musim depan mereka tak bisa bermain di Liga Champions. Posisi MU berada di peringkat lima klasemen akhir Liga Inggris. Alhasil, MU hanya bisa bermain di kompetisi Liga Eropa musim depan.

Melihat posisi klasemen akhir, sedikit menyakitkan karena poin MU sama dengan rival sekota mereka, Manchester City, 66 poin. Namun Manchester City berada di peringkat empat karena unggul selisih gol: 30 untuk City dan 14 untuk MU. Ini menunjukkan City lebih produktif mencetak gol, meski jumlah kebobolan City juga sedikit lebih banyak dibanding MU.

Jika MU ingin ke Liga Champions, maka mereka harus menggeser City dari posisi empat. Dan itu hanya bisa dilakukan jika MU mampu meraih kemenangan selisih 19 gol! Namun MU hanya bisa menatap nanar papan skor akhir menunjukkan 3-1. Tiga gol dari Wayne Rooney, Rashford dan Asley Young tak cukup mendongkrak mereka ke posisi empat di klasemen akhir.

Manchester City pun bisa bermain di kompetisi Liga Champions, meski harus melewati babak playoff. Kalau pun tidak lolos, mereka tetap akan bisa bermain di kancah Eropa, meski harus turun kasta ke Liga Eropa.

Tak heran, respon suporter Manchester United di Stadion Old Trafford pada saat menjamu Bournemouth tak begitu menyenangkan Van Gaal. Di akhir pertandingan, para suporter beberapa kali menyoraki Van Gaal dengan teriakan "huuuu....".

Apalagi, para suporter sudah cukup dijengkelkan dengan insiden pembatalan pertandingan pada Minggu lalu gara-gara ancaman bom yang ternyata palsu. Itu membuat para suporter harus bolak-balik ke stadion.

Di sejumlah sudut Old Trafford terpampang tulisan ungkapan kejengkelan mereka terhadap Van Gaal. Salah satu yang dibawa fans MU bertuliskan "Waktunya Pergi Louis! Tidak Cukup Baik"

Usai pertandingan terakhir di tiap kompetisi, biasanya ada pidato ucapan pelatih kepada suporter. Dalam sambutannya, Van Gaal menanggapi dengan ironi: "Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan tanpa syarat kalian."

Para suporter Bournemouth juga memancing Van Gaal dengan yel-yel "Kamu akan dipecat pagi ini!". Menanggapi itu Van Gaal menjawab, "Kalian tidak akan membiarkan kita terpuruk. Terima kasih banyak. Kami akan bawa piala FA untuk kalian. Kalian layak mendapatkannya."

Gelar juara FA memang hanya memenuhi syarat untuk lolos ke Liga Eropa. Kalau pun MU gagal memenangi duel final Piala FA melawan Crystal Palace pada 21 Mei mendatang, MU tetap bisa main di Liga Eropa, meski kehilangan gengsi.

Meski mengecewakan suporter, Van Gaal tidak terlalu risau dengan masa depannya di MU. Di tengah isu bakal masuknya Jose Mourinho sebagai manajer baru, Van Gaal optimistis ia tetap akan menduduki kursi pelatih di musim depan.

"Tentu saja, karena saya menandatangani kontrak tiga tahun," kata pelatih berkebangsaan Belanda itu.

Saat diwawancara SkySports usai pertandingan, Van Gaal menyebut para suporter MU terlalu berharap tinggi di Old Trafford.

"Mereka berharap banyak, dan saya rasa (harapan) itu terlalu tinggi," kata Van Gaal.

"Kami ini tim transisi. Dan itu sudah saya katakan ketika pertama kali memulai di klub ini."

Jumlah gol yang dicetak MU yang rendah (49 gol sepanjang musim ini) hanya lima gol lebih sedikit dibandingkan gol yang dicetak klub yang bakal terdegradasi ke Divisi I, Newcastle United (44 gol). (AFP/SkySports/Soccerway)
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!