Final Liga Champions Eropa 2015/2016 mempertemukan Derby Madrid. (Foto: Creative Commons)

KBR - Mitos Liga Champions Eropa masih terjaga. Tidak ada juara bertahan yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions Eropa.

Musim ini, trofi Liga Champions Eropa bakal menjadi klub asal Spanyol; tepatnya klub asal Kota Madrid, Atletico Madrid atau Real Madrid.

Rivalitas klub sekota itu bakal berlanjut meraih gengsi menjadi kampiun Eropa, setelah mereka memastikan tiket ke final Liga Champions Eropa.

Atletico Madrid melaju ke final setelah sebelumnya menyingkirkan juara Liga Belanda PSV Eindhoven, juara Liga Spanyol Barcelona, dan juara Liga Jerman Bayern Munich. Sementara Real Madrid meraih tiket final setelah menundukkan AS Roma, Wolfsburg dan Manchester City.

Final Liga Champions Eropa musim 2015-2016 bakal digelar di Kota Milan, Italia, pada 28 Mei mendatang.

Rivalitas ini bakal lebih kuat, mengingat Real Madrid dan Atletico pernah duel di final yang sama, pada musim 2013/2014 lalu. Saat itu Real Madrid yang sudah 9 kali meraih juara Liga Champions Eropa tampil superior melawan Atletico dan merebut gelar Liga Champions ke-10 mereka. Real Madrid menundukkan Atletico lewat babak perpanjangan waktu dengan skor 4-1.

Sementara Atletico yang menjadi klub terbaik Spanyol di bawah Barcelona dan Real Madrid (dari raihan gelar), belum pernah meraih juara Liga Champions. Raihan terbaik mereka hanya runner-up dua kali, pada 1974 dan 2014.

Di kompetisi Eropa, Atletico meraih dua gelar juara Europa League (Liga Eropa) pada 2010 dan 2012. Namun mereka punya gengsi juga dengan memenangi Piala UEFA Super Cup pada 2010 (melawan juara Liga Champions 2010 Inter Milan) dan pada 2012 (melawan juara Liga Champions 2012 Chelsea).

Dengan tersingkirnya juara bertahan UCL Barcelona pada musim ini, kesempatan bagi Atletico dan Real Madrid untuk mencatatkan rekor. Jika Real Madrid menang, maka mereka akan mencatatkan rekor sebagai klub terbanyak mengoleksi trofi juara Liga Champions Eropa sebanyak 11 kali.

Semetara bagi Atletico, kemenangan ini bakal menjadikan nama klub mereka sebagai klub ke-23 peraih gelar Liga Champions Eropa sepanjang sejarah. Atletico juga akan lebih percaya diri tampil sejajar dengan dua klub besar di Spanyol seperti Barcelona dan Real Madrid.

Pertemuan Real Madrid dan Atletico pada 28 Mei nanti bakal menjadi pertemuan ke-213 kali di semua kompetisi, sejak pertama kali dua klub itu bertemu pada ajang Copa del Rey 1928.

Dari 212 pertandingan sebelumnya, Real Madrid tampil gemilang dengan 107 kali kemenangan. Sementara Atletico hanya menang 54 kali. Selebihnya berakhir imbang.

Dari jumlah gol, Derby Madrid juga dikuasai Real Madrid dengan torehan 355 gol ke gawang Atletico, sementara Atletico menjebol gawang Madrid sebanyak 271 kali di semua kompetisi.

Jika melihat pertemuan di liga domestik yang mencapai 158 kali pertemuan, Real Madrid juga lebih unggul di Derby Madrid dengan 85 kali menang sementara Atletico 39 kali menang, selebihnya 34 kali bermain imbang.

Begitu juga di kompetisi Liga Champions Eropa. Pertemuan enam kali Derby Madrid didominasi Real Madrid dengan empat kemenangan, Atletico sekali menang dan seri sekali.

Skor terbesar dalam Derby Madrid adalah selisih lima gol di kompetisi La Liga. Pada musim 1947/1948, Atletico pernah membungkam Real Madrid dengan skor 5-0. Namun pada pertemuan berikutnya, giliran Real Madrid membalas dengan kemenangan telak masing-masing 5-0, di musim 1958/1959 dan di musim 1983/1984.

Namun jika melihat penampilan musim ini, Atletico Madrid lebih superior dibanding Real Madrid. Pelatih Diego Simeone mampu membawa Atletico menggungguli Real Madrid, baik di klasemen maupun dalam Derby Madrid.

Di La Liga, Atletico Madrid berada di posisi dua klasemen sementara dengan 85 poin, sementara Real Madrid di posisi tiga dengan 84 poin.

Selama musim ini, dua klub sudah 10 kali bertemu di semua kompetisi. Hasilnya, Atletico menang 5 kali, Real Madrid menang sekali, dan empat kali berakhir imbang. Kemenangan terbesar Atletico atas Real musim ini di ajang La Liga pada 7 Februari lalu. Bermain di kandang sendiri, Atletico menang telak 4-0 atas El Real.

Jadi, siapa lebih kuat? Superioritas Real Madrid atau evolusi yang makin terasa di Atletico? Tangan dingin Zinedine Zidane atau kejeniusan Diego Simeone? (Wikipedia/Google/La Liga)

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!