Gol pemain Atletico Madrid Antoine Griezmann mengantarkan klubnya lolos ke final Liga Champions Eropa 2016. (Foto Chao 1989/Flickr/Creative Commons)

KBR - Klub sepakbola asal Spanyol Atletico Madrid menyingkirkan salah satu tim terbaik dunia Bayern Munich di ajang Liga Champions Eropa.

Meski dalam laga kedua Bayern Munich menang 2-1 melawan Atletico, namun Atletico berhak lolos ke final UEFA Champions League (UCL) dengan agregat 2-2 dan Atletico unggul gol tandang melalui Antoine Griezmann dinihari tadi. Pada pertandingan pertama di kandang sendiri, Atletico menang 1-0 atas Bayern Munich.

Ini merupakan final Liga Champions kedua bagi Atletico dalam tiga tahun.

Pemain Atletico Fernando Torres mestinya bisa menambah agregat bagi timnya, seandainya tendangan penalti di menit 84 tidak diblok kiper Bayern Munich Manuel Neuer.

"Kami sangat gembira. Ini pertandingan sulit dan berat," kata pencetak gol krusial Atletico, Antoine Griezmann.

"Kami mendapat lawan tangguh, dan kami harus bertahan bagus dan mencoba mencetak gol. Dan itulah yang kami lakukan. Mereka lebih baik, tapi kami mencetak gol tandang yang menjadi pembeda," kata pemain asal Prancis itu.

Atletico saat ini berada di masa-masa krusial dan bakal menghadapi pekan-pekan sibuk. Selain harus bersiap menghadapi final di Liga Champions Eropa, mereka juga harus fokus di liga domestik. Saat ini Atletico menjadi pesaing terdekat Barcelona dalam perebutan gelar Liga Spanyol. Atletico memiliki poin sama dengan Barcelona, namun kalah selisih gol dengan dua laga tersisa di liga domestik.

"Kami harus tetap membumi, dan memikirkan lebih dulu pertandingan di Liga sebelum ke final UCL," kata Griezmann.

Optimisme dirasakan oleh penyerang Atletico, Fernando Torres.

"Kami ingin memenangkan turnamen UCL. Kami punya kesempatan untuk menciptakan sejarah, soal lawan itu tidak penting," kata Torres yang pernah mengangkat trofi Liga Champions bersama Chelsea pada 2012.

"Kami sudah mengalahkan juara Liga Belanda, Liga Spanyol dan Liga Jerman untuk menuju ke final UCL. Ini luar biasa dan saya bangga menjadi bagian dari tim ini. Kami layak mendapat kesempatan itu dan kami sudah dekat dengan impian kami," kata Torres merujuk pada catatan mereka mengalahkan PSV Eindhoven, Barcelona dan Bayern Munich sebelum ke final UCL.

"Jika Anda bermain melawan tim sekuat Bayern, Anda tidak bisa bermain seperti yang Anda inginkan. Mereka menciptakan banyak peluang, dan memberi kami begitu banyak tekanan. Di babak kedua, kami mengubah strategi, menekan mereka rapat-rapat, melakukan serangan balik dan akhirnya bisa mencetak gol. Tapi yang paling penting, kami sampai ke final," ujar Torres.

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone juga tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

"Saya sungguh harus mengatakan kami menghadapi tim terbaik sepanjang karir saya. Luar biasa melihat bagaimana mereka bermain. Dan ketika Bayern gagal melakukan tendangan penalti (Mueller) di babak pertama, kami diskusi saat turun minum, lalu berkesempatan memperbaiki keadaan di babak kedua," kata Simeone.

Simeone juga memuji kiper Atletico Jan Oblak yang berhasil menggagalkan tendangan penalti pemain Bayern Thomas Muller, begitu juga dengan kegesitan kiper Bayern Manuel Neuer yang mengandaskan tendangan penalti Fernando Torres.

"Itu penyelamatan luar biasa oleh kiper. Saya harus katakan, sulit sekali menghadapi situasi seperti ini di kandang Bayern, bermain tandang. Sulit dipercaya kami bisa melewati ini. Jadi kami sekarang sudah mengalahkan tiga tim terkuat di Eropa," kata Simeone.

Di final, Atletico Madrid bakal melawan pemenang laga antara Real Madrid melawan Manchester City. Final akan digelar di Milan, Italia, pada 28 Mei mendatang.

"Ini kesempatan emas. Kami punya waktu 15 hari untuk mempersiapkan final itu. Siapaun yang lolos ke final (antara Madrid atau City) kami sudah siap," kata Simeone ketika ditanya siapa yang ingin ia hadapi di final nanti.

Jika berkesempatan melawan Real Madrid di final nanti, maka Atletico berkesempatan membalas dendam atas kekalahan mereka pada Liga Champions Eropa pada 2014 lalu. Saat itu di final, Real Madrid menundukkan Atletico dengan skor 4-1 untuk meregut trofi klub paling bergengsi di Eropa. (AFP/Soccerway)
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!