APPI: Laporkan Jika Klub Tunggak Gaji!

aporan bisa disampaikan langsung ke pengurus APPI atau melalui www.appi-online.com

Jumat, 06 Mei 2016 11:39 WIB

Pesepak bola Arema Cronus, Lopicic (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Persiba Balikpapan, Antonio Teles (kanan) dalam pertandingan Torabika Soccer Championship (TSC) di Stadion Kanjuruhan, Mala

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Balikpapan – Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mendorong pesepakbola untuk melaporkan tunggakan gaji selama kompetisi sepakbola nasional TSC 2016 berlangsung. Laporan bisa disampaikan langsung ke pengurus APPI atau melalui www.appi-online.com.

"Di public relation kita juga punya kontak semua pemain. Jadi mereka sudah ada linklah untuk menghubungi APPI. Silahkan melapor,” kata anggota Komite Eksekutif (Exco) APPI, Bima Sakti pada Jumat (06/05).

Bima menambahkan, APPI memiliki tim legal yang akan mendampingi pemain mengurus upah. “Ada tahapan-tahapannya. Paling tidak kita komunikasikan dulu ke manajemen. Kalau tidak bisa, ke tahap berikutnya. Biasanya begitu," ungkapnya. 

Bima menceritakan bahwa pada kompetisi Indonesia Super League (ISL), APPI banyak menerima laporan terkait gaji pemain yang terlambat dibayar manajemen klub atau bahkan tidak dibayar klub.

Editor: Damar Fery Ardiyan 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.